Mengenal & Memahami OKR (Objective & Key Result) #2

OKR merupakan singkatan dari Objectives and Key Results, yaitu suatu metode pengaturan dan pengukuran kinerja yang bertujuan untuk membantu organisasi mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka. Dalam metode OKR, suatu organisasi menetapkan tujuan yang jelas dan terukur (objectives) yang ingin dicapai, serta menetapkan kriteria sukses (key results) untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam penggunaannya, OKR biasanya diimplementasikan secara terstruktur dan sistematis, dengan memetakan tujuan dan hasil kunci ke dalam beberapa level di dalam organisasi. Tujuan dan hasil kunci yang ditetapkan dalam OKR juga dapat direvisi secara berkala untuk mengakomodasi perubahan dalam lingkungan bisnis dan kebutuhan organisasi. Metode OKR sering digunakan oleh perusahaan teknologi dan startup, tetapi dapat diterapkan pada organisasi apa pun yang ingin meningkatkan kinerja mereka.

Kesalahan Dalam Membuat OKR

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat perusahaan membuat OKR antara lain:

  • Tidak mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup: OKR membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup untuk menetapkan tujuan yang jelas dan terukur serta merancang strategi untuk mencapainya. Jika perusahaan tidak mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup, maka OKR dapat menjadi kurang efektif dan tidak tercapai.
  • Menetapkan tujuan yang terlalu umum: Tujuan yang terlalu umum atau tidak spesifik dapat membuat OKR tidak efektif karena sulit untuk menentukan hasil kunci yang terukur. Tujuan yang terlalu umum juga dapat membuat tim sulit untuk fokus pada tugas-tugas yang perlu dilakukan.
  • Tidak memperbarui OKR secara berkala: Perubahan dalam lingkungan bisnis atau kebutuhan organisasi dapat mempengaruhi tujuan dan hasil kunci yang ditetapkan dalam OKR. Jika perusahaan tidak memperbarui OKR secara berkala, maka OKR mungkin tidak lagi relevan dan tidak efektif.
  • Tidak memperhatikan keterkaitan antara tujuan dan hasil kunci: Tujuan dan hasil kunci dalam OKR harus saling terkait dan saling mendukung untuk mencapai hasil yang diinginkan. Jika perusahaan tidak memperhatikan keterkaitan antara tujuan dan hasil kunci, maka OKR dapat menjadi tidak efektif dan sulit dicapai.
  • Tidak melibatkan seluruh tim: OKR tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi harus melibatkan seluruh tim. Jika perusahaan tidak melibatkan seluruh tim dalam proses pembuatan dan implementasi OKR, maka OKR dapat menjadi tidak efektif dan sulit dicapai.
  • Tidak mengevaluasi dan mengukur progres secara teratur: Evaluasi dan pengukuran progres secara teratur sangat penting untuk mengetahui apakah OKR berhasil dicapai atau tidak. Jika perusahaan tidak mengevaluasi dan mengukur progres secara teratur, maka sulit untuk mengetahui apakah OKR telah mencapai tujuannya atau tidak.

Contoh Perhitungan SKOR OKR

Contoh perhitungan skor OKR dapat dilakukan dengan menggunakan rumus persentase pencapaian. Berikut ini adalah contoh perhitungan skor OKR:

Objective: Meningkatkan jumlah pelanggan sebesar 20% di kuartal ini

Key Results:

  • Memperluas jangkauan pemasaran ke wilayah baru
  • Meningkatkan persentase konversi pelanggan baru
  • Meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan yang sudah ada

Untuk setiap key result, kita dapat menetapkan target pencapaian yang ingin dicapai. Sebagai contoh, kita ingin memperluas jangkauan pemasaran ke wilayah baru dengan menargetkan 5 wilayah baru, meningkatkan persentase konversi pelanggan baru sebesar 10%, dan meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan yang sudah ada sebesar 15%.

Untuk mengetahui skor pencapaian OKR, kita perlu menghitung persentase pencapaian untuk setiap key result. Contohnya:

  • Peningkatan jangkauan pemasaran ke wilayah baru: telah mencapai 80% dari target dengan berhasil memperluas pemasaran ke 4 wilayah baru dari target 5 wilayah, maka persentase pencapaian adalah (4/5) x 100% = 80%
  • Meningkatkan persentase konversi pelanggan baru: telah mencapai 110% dari target dengan berhasil meningkatkan persentase konversi sebesar 11% dari target 10%, maka persentase pencapaian adalah 110%
  • Meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan yang sudah ada: telah mencapai 90% dari target dengan berhasil meningkatkan frekuensi pembelian sebesar 13.5% dari target 15%, maka persentase pencapaian adalah (13.5/15) x 100% = 90%

Untuk mengetahui skor pencapaian keseluruhan OKR, kita dapat menghitung rata-rata dari persentase pencapaian setiap key result, yaitu:

(80% + 110% + 90%) / 3 = 93.3%

Dengan demikian, perusahaan telah mencapai 93.3% dari target OKR mereka. Perusahaan dapat menggunakan skor pencapaian OKR untuk mengevaluasi performa mereka dan menentukan apakah mereka perlu melakukan perbaikan atau tidak.

Contoh Lainnya

Berikut ini adalah contoh perhitungan skor OKR lainnya:

Objective: Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menurunkan tingkat keluhan sebesar 30% di kuartal ini

Key Results:

  • Menyelesaikan keluhan pelanggan dalam waktu 24 jam
  • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
  • Meningkatkan efektivitas tim dukungan pelanggan

Untuk setiap key result, kita dapat menetapkan target pencapaian yang ingin dicapai. Sebagai contoh, kita ingin menyelesaikan keluhan pelanggan dalam waktu 24 jam sebesar 90%, meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan menurunkan tingkat keluhan terkait produk dan layanan sebesar 20%, dan meningkatkan efektivitas tim dukungan pelanggan dengan menyelesaikan keluhan pelanggan sebesar 80% pada saat pertama kali kontak.

Untuk mengetahui skor pencapaian OKR, kita perlu menghitung persentase pencapaian untuk setiap key result. Contohnya:

  • Menyelesaikan keluhan pelanggan dalam waktu 24 jam: telah mencapai 85% dari target dengan berhasil menyelesaikan keluhan dalam waktu 24 jam sebesar 17 dari 20 keluhan, maka persentase pencapaian adalah (17/20) x 100% = 85%
  • Meningkatkan kualitas produk dan layanan: telah mencapai 30% dari target dengan berhasil menurunkan tingkat keluhan terkait produk dan layanan sebesar 6% dari target 20%, maka persentase pencapaian adalah (1- (6/20)) x 100% = 70%
  • Meningkatkan efektivitas tim dukungan pelanggan: telah mencapai 90% dari target dengan berhasil menyelesaikan keluhan pelanggan sebesar 36 dari 40 keluhan pada saat pertama kali kontak, maka persentase pencapaian adalah (36/40) x 100% = 90%

Untuk mengetahui skor pencapaian keseluruhan OKR, kita dapat menghitung rata-rata dari persentase pencapaian setiap key result, yaitu:

(85% + 70% + 90%) / 3 = 81.7%

Dengan demikian, perusahaan telah mencapai 81.7% dari target OKR mereka. Perusahaan dapat menggunakan skor pencapaian OKR untuk mengevaluasi performa mereka dan menentukan apakah mereka perlu melakukan perbaikan atau tidak.

Semoga bermanfaat, terima kasih dan salam HRD Forum.

HRD Forum Connect :
linktr.ee/hrdforum
linktr.ee/hrdforum
linktr.ee/hrdforum


Bahari Antono, ST, MBA
Beliau adalah owner & Founder HRD Forum, menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik – Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung.
Melalui HRD Forum Beliau memberikan jasa Training, Konsultasi, Pendampingan dan Pengerjaan project-project HR seperti : Job Analysis & Job Description, Analisis Beban Kerja, Key Performance Indicators (KPI), Objective & Key Result (OKR), Desain Kompetensi Jabatan, Kamus Kompetensi Jabatan, Matrik Kompetensi Jabatan, CBHRM, Struktur & Skala Upah, Job Evaluation, Training Evaluation & ROTI, BEI, Organization Development, Corporate Culture, Performance Management, Performance Appraisal, Coaching for Performance, Talent Management Program, Career Planning, Industrial Relation dan sebagainya. Untuk menggunakan jasa HRD Forum silakan hubungi Hotline : 08788-1000-100 atau Whatsapp ke : 0818715595

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Archives

You May Also Like

POJK No. 1 Tahun 2026 mengatur penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan pelaksanaan program alih pengetahuan di Bank Umum agar...
Bangun sistem kompetensi organisasi yang strategic, terukur, dan relevan dengan kebutuhan bisnis modern melalui program Certified Competency Design & Assessment...
Program Certified Strategic HR Business Partner (CSHRBP) dirancang untuk membantu praktisi HR meningkatkan peran strategisnya sebagai mitra bisnis. Pelatihan ini...

You cannot copy content of this page