Pedagogy Andragogy Pendekatan Proses Pembelajaran
Pedagogy dan andragogy adalah dua pendekatan yang berbeda dalam proses pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan dewasa. Berikut adalah penjelasan tentang kedua konsep tersebut:
Pedagogy
Pedagogy merujuk pada pendekatan pembelajaran yang terfokus pada pengajaran kepada anak-anak atau remaja. Kata “pedagogy” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “panduan anak.” Pendekatan ini menekankan peran guru atau pendidik dalam mengarahkan dan mengelola proses pembelajaran. Beberapa karakteristik pendekatan pedagogis adalah sebagai berikut:
Peran guru
Guru memiliki peran sentral dalam pengajaran. Mereka bertindak sebagai otoritas yang memberikan instruksi kepada siswa.
Pembelajaran terstruktur
Pembelajaran dilakukan melalui program terstruktur dengan tujuan pembelajaran yang jelas.
Fokus pada pengajaran langsung
Guru secara aktif mengarahkan pembelajaran dan memberikan informasi kepada siswa.
Kontrol penuh oleh guru
Guru mengendalikan isi pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian.
Andragogy
Andragogy adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pendidikan dewasa. Istilah “andragogy” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “panduan orang dewasa.” Pendekatan ini mengakui perbedaan dalam pengalaman, motivasi, dan kebutuhan pembelajaran orang dewasa. Beberapa karakteristik pendekatan andragogis adalah sebagai berikut:
Peran fasilitator
Fasilitator atau pendidik berperan sebagai kolaborator dan pemandu dalam proses pembelajaran, bukan sebagai otoritas yang memberi instruksi.
Pembelajaran berbasis pengalaman
Pembelajaran difokuskan pada pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki peserta dewasa.
Partisipasi aktif
Peserta dewasa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, berkontribusi dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri.
Pembelajaran mandiri
Peserta dewasa memiliki kontrol yang lebih besar terhadap tujuan pembelajaran, metode, dan evaluasi.
Orientasi pada masalah
Pembelajaran difokuskan pada masalah nyata yang relevan bagi peserta dewasa.
Perbedaan utama antara pedagogy dan andragogy terletak pada peran guru, orientasi pembelajaran, dan partisipasi aktif. Pedagogy lebih terfokus pada pengajaran langsung dengan peran guru yang dominan, sedangkan andragogy mengedepankan pembelajaran mandiri dan partisipasi aktif dari peserta dewasa. Namun, perlu diperhatikan bahwa pendekatan pembelajaran dapat bervariasi tergantung pada konteks dan karakteristik peserta.
Learner-Directed Learning
Dalam konteks andragogy, istilah “learner-directed learning” mengacu pada pendekatan pembelajaran yang ditekankan pada peran aktif dan kemandirian pembelajar dewasa. Dalam learner-directed learning, pembelajar memiliki kontrol yang lebih besar terhadap proses pembelajaran mereka sendiri, termasuk dalam menentukan tujuan, metode, dan evaluasi pembelajaran. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang konsep ini:
Peran aktif pembelajar
Dalam learner-directed learning, pembelajar berperan aktif dalam mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Mereka tidak hanya menerima informasi dari guru atau sumber pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam eksplorasi, diskusi, penelitian, dan pemecahan masalah secara mandiri.
Penentuan tujuan pembelajaran
Pembelajar memiliki peran dalam menentukan tujuan pembelajaran mereka sendiri. Mereka dapat mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, baik secara keseluruhan maupun dalam hal keterampilan atau pengetahuan spesifik yang ingin mereka tingkatkan.
Pemilihan metode pembelajaran
Learner-directed learning memberikan kebebasan bagi pembelajar untuk memilih metode pembelajaran yang paling sesuai dengan preferensi, gaya belajar, dan kebutuhan pribadi mereka. Metode tersebut bisa meliputi membaca, riset mandiri, kolaborasi dengan sesama pembelajar, diskusi, pengalaman praktis, atau menggunakan teknologi pembelajaran seperti kursus online.
Evaluasi pembelajaran
Pembelajar juga memiliki peran dalam mengevaluasi kemajuan dan hasil pembelajaran mereka sendiri. Mereka dapat melakukan evaluasi diri, merefleksikan pencapaian mereka terhadap tujuan pembelajaran, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.
Pengalaman dan pengetahuan sebelumnya
Dalam learner-directed learning, penting untuk mengakui pengalaman dan pengetahuan sebelumnya yang dimiliki oleh pembelajar dewasa. Pembelajar dapat menghubungkan pembelajaran baru dengan pengetahuan yang sudah ada, mengaitkannya dengan pengalaman hidup mereka, dan mengaitkannya dengan konteks yang relevan dalam kehidupan nyata.
Learner-directed learning dalam andragogy bertujuan untuk memberdayakan pembelajar dewasa agar lebih terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri. Pendekatan ini menghargai kepemilikan pembelajaran oleh pembelajar, memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam mengatur pembelajaran, dan mengakui keunikan individu dalam pembelajaran.
Teacher-Directed Learning
Dalam konteks pedagogi, istilah “teacher-directed learning” mengacu pada pendekatan pembelajaran di mana peran guru atau pendidik lebih dominan dalam mengarahkan dan mengendalikan proses pembelajaran. Dalam teacher-directed learning, guru memiliki peran sentral dalam memberikan instruksi, mengatur materi pembelajaran, dan mengendalikan aktivitas kelas. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang konsep ini:
Peran guru yang dominan
Dalam teacher-directed learning, guru memiliki peran yang dominan dalam mengarahkan pembelajaran. Mereka bertindak sebagai otoritas yang memberikan instruksi kepada siswa, memimpin diskusi kelas, memberikan penjelasan, dan memberikan arahan yang jelas.
Pengaturan isi pembelajaran
Guru secara aktif mengatur materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Mereka menentukan topik yang akan dipelajari, mengidentifikasi informasi dan konsep penting, dan menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur.
Pembelajaran terstruktur
Dalam teacher-directed learning, pembelajaran cenderung terstruktur dengan tujuan pembelajaran yang jelas. Guru merancang dan menyusun serangkaian aktivitas dan materi pembelajaran yang berurutan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan.
Fokus pada pengajaran langsung
Guru secara langsung mengajar dan memberikan instruksi kepada siswa. Mereka menggunakan metode pengajaran seperti ceramah, demonstrasi, presentasi visual, atau diskusi terarah untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.
Kontrol penuh oleh guru
Guru memiliki kontrol penuh atas isi pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian. Mereka menentukan apa yang harus dipelajari siswa, bagaimana itu diajarkan, dan bagaimana penilaian akan dilakukan terhadap kemajuan siswa.
Dalam teacher-directed learning, fokus utama adalah pada peran guru sebagai sumber pengetahuan dan pemimpin dalam proses pembelajaran. Tujuan utama adalah untuk mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa dengan cara yang terstruktur dan terarah. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa pendekatan ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan pendekatan individual guru.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda! Terima kasih dan salam HRD Forum.
Ingin mengundang HRD Forum? silakan kirimkan email ke : Event@HRD-Forum.com atau Whatsapp : 0818715595
HRD Forum Connect :
linktr.ee/hrdforum
—
HRD Forum memberikan jasa Training, Konsultasi, Pendampingan dan Pengerjaan project-project HR seperti : Job Analysis & Job Description, Analisis Beban Kerja, Key Performance Indicators (KPI), Objective & Key Result (OKR), Desain Kompetensi Jabatan, Kamus Kompetensi Jabatan, Matrik Kompetensi Jabatan, CBHRM, Struktur & Skala Upah, Job Evaluation, Training Evaluation & ROTI, Behavioral Event Interview (BEI), Training of Trainer (TOT), Organization Development, Corporate Culture, HR Audit, Performance Management, Performance Appraisal, Coaching for Performance, Talent Management Program, Career Planning, Industrial Relation dan sebagainya. Untuk menggunakan jasa HRD Forum silakan hubungi Hotline : 08788-1000-100 atau Whatsapp ke : 0818715595
—
#hrdforum #andragogy #pedagogy #diskusihrd #konsultanhrd #konsultanhr #bahariantono