Directive Coaching suatu Pendekatan Dalam Coaching

0

Sejarah Directive Coaching

Directive coaching adalah suatu pendekatan dalam proses coaching yang menekankan pada keterlibatan coach secara aktif dalam memberikan arahan dan solusi bagi coachee untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan yang diinginkan. Pendekatan ini memiliki sejarah yang cukup panjang dalam pengembangan coaching, terutama dalam konteks bisnis dan organisasi.

Sejarah directive coaching dapat dilacak kembali pada tahun 1950-an ketika para ahli di bidang psikologi mulai mengeksplorasi konsep-konsep seperti pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dalam konteks bisnis, pendekatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Timothy Gallwey dalam bukunya “The Inner Game of Tennis” yang diterbitkan pada tahun 1974. Gallwey mengembangkan pendekatan coaching yang mengutamakan keterlibatan coach dalam memberikan arahan dan solusi kepada coachee untuk meningkatkan kinerja dalam bidang olahraga.

Pada tahun 1980-an, para ahli di bidang manajemen mulai mengadopsi pendekatan directive coaching sebagai suatu teknik untuk meningkatkan kinerja karyawan dan memperbaiki kemampuan manajerial. Saat itu, para manajer mulai menyadari bahwa untuk mencapai tujuan organisasi, penting untuk mengembangkan karyawan dan memperbaiki kemampuan manajerial mereka melalui proses coaching.

Pada tahun 1990-an, directive coaching semakin populer dalam konteks bisnis dan organisasi. Pendekatan ini digunakan sebagai salah satu teknik coaching yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan dan mengembangkan kemampuan manajerial. Selain itu, pendekatan ini juga digunakan sebagai teknik coaching dalam bidang olahraga dan pengembangan pribadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, directive coaching semakin berkembang dan digunakan dalam berbagai konteks coaching, seperti coaching kepemimpinan, coaching karir, dan coaching untuk pengembangan pribadi. Direktif coaching menjadi populer karena dapat membantu coachee untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan yang diinginkan secara lebih cepat dan efektif, dengan bantuan arahan dan solusi dari coach.

Meskipun directive coaching telah berkembang sejak puluhan tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih menjadi pendekatan yang efektif dalam proses coaching.

Directive Coaching bertentangan dengan coaching pada umumnya?

Tidak secara mutlak. Directive coaching adalah salah satu pendekatan dalam coaching yang menekankan pada keterlibatan coach secara aktif dalam memberikan arahan dan solusi kepada coachee untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan yang diinginkan. Namun, hal ini tidak berarti bahwa directive coaching bertentangan dengan coaching pada umumnya.

Coaching pada umumnya memiliki berbagai macam pendekatan, seperti solution-focused coaching, transformational coaching, cognitive-behavioral coaching, dan masih banyak lagi. Setiap pendekatan memiliki cara kerja yang berbeda, tergantung pada tujuan coaching, karakteristik coachee, dan kebutuhan coaching.

Tujuan utama dari coaching adalah membantu coachee untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan potensi, dan mencapai tujuan yang diinginkan. Pendekatan coaching yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan coachee dan situasi coaching yang dihadapi.

Sebagai contoh, jika coachee memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup dalam suatu bidang, maka pendekatan directive coaching bisa efektif digunakan untuk membantu coachee mencapai tujuan dengan cara memberikan arahan dan solusi. Namun, jika coachee lebih membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari coach untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kinerja, maka pendekatan lain seperti solution-focused coaching atau transformational coaching bisa lebih efektif.

Jadi, secara keseluruhan, tidak ada pendekatan coaching yang benar atau salah. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan, tergantung pada kebutuhan coachee dan situasi coaching yang dihadapi. Tujuan utama dari coaching adalah membantu coachee mencapai potensi dan tujuan yang diinginkan dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Pada Proses Coaching seorang Coach Tidak Boleh Memberikan Saran?

Sebenarnya, prinsip dasar dari coaching adalah membantu coachee untuk menemukan solusi atau jawaban sendiri, bukan memberikan saran atau solusi langsung oleh coach. Oleh karena itu, seorang coach biasanya akan menggunakan pendekatan yang lebih tidak langsung dalam memberikan arahan, yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan yang relevan dan mendalam kepada coachee untuk membantu coachee menemukan jawaban atau solusi yang terbaik.

Namun, dalam konteks directive coaching, coach menggunakan pendekatan yang lebih langsung dan aktif dalam memberikan arahan dan solusi kepada coachee. Pendekatan ini cocok digunakan dalam situasi tertentu di mana coachee membutuhkan arahan langsung dan solusi yang konkret untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan yang diinginkan.

Meskipun pada prinsipnya seorang coach tidak boleh memberikan saran atau solusi langsung, namun dalam beberapa situasi tertentu, memberikan arahan atau solusi konkret bisa membantu coachee untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat dan efektif. Oleh karena itu, penting bagi seorang coach untuk memiliki keterampilan dalam menggunakan berbagai pendekatan coaching, termasuk directive coaching, namun tetap memperhatikan prinsip dasar coaching dan kebutuhan coachee.

Beberapa Pendekatan dalam Coaching

Ada banyak jenis atau macam pendekatan dalam coaching, dan setiap pendekatan memiliki keunikan dan cara kerja yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Solution-focused coaching: pendekatan yang fokus pada mencari solusi terhadap masalah dan menciptakan perubahan positif dengan mengembangkan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki coachee.
  2. Cognitive-behavioral coaching: pendekatan yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi kognitif dan perilaku untuk membantu coachee mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak produktif.
  3. Transformational coaching: pendekatan yang bertujuan untuk menciptakan perubahan yang mendalam dan merubah pandangan coachee terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
  4. Positive psychology coaching: pendekatan yang berfokus pada pengembangan kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup coachee.
  5. GROW model coaching: pendekatan yang menggunakan kerangka kerja GROW (Goal, Reality, Options, Way forward) untuk membantu coachee mengidentifikasi tujuan, menggali realitas dan pilihan yang tersedia, dan merumuskan rencana tindakan.
  6. Directive coaching: pendekatan yang lebih aktif dan langsung dalam memberikan arahan dan solusi kepada coachee untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan.
  7. Narrative coaching: pendekatan yang menggali cerita hidup coachee untuk membantu coachee memahami dirinya sendiri dan menciptakan perubahan positif dalam hidupnya.
  8. Emotional intelligence coaching: pendekatan yang mengembangkan kecerdasan emosional coachee, termasuk kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi.
  9. Mindfulness coaching: pendekatan yang mengembangkan kesadaran dan kehadiran mental coachee dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
  10. Team coaching: pendekatan yang membantu kelompok atau tim dalam mencapai tujuan bersama dan mengembangkan kekuatan dan sumber daya kolaboratif.

Setiap pendekatan memiliki keunikan, kelebihan dan kelemahan masing-masing, tergantung pada tujuan coaching dan karakteristik coachee. Seorang coach yang terlatih dan berpengalaman akan memilih pendekatan yang paling sesuai untuk mencapai tujuan coaching dan membantu coachee mencapai potensi yang terbaik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Ingin mengundang HRD Forum?