THR - Tunjangan Hari Raya | HRD Forum
Home | Article | THR – Tunjangan Hari Raya

THR – Tunjangan Hari Raya

Rekan-rekan HRD di seluruh Indonesia,

Sebelum melanjutkan tulisan ini izinkan Kami dari HRD Forum mengucapkan “Selamat Berpuasa bagi rekan-rekan yang menjalankannya, semoga menjadi ladang amal bagi kehidupan kita saat ini dan dimasa yang akan datang, dan semoga kehidupan kita menjadi lebih barokah, amin”.

Bulan Ramadhan dan Idul Fitri tidak bisa dipisahkan, bagi HRD Idul Fitri tidak lepas dari tugas HRD dalam pemberian THR – Tunjangan Hari Raya. Jika kita ingin mengulas tentang THR, maka kita harus mengacu kepada Permen 04 th 1994 Tentang THR.

Kasus yang sering mengemuka menjelang Idul Fitri adalah siapakah yang berhak mendapatkan THR, apakah karyawan yang mengundurkan diri sebelum lebaran / Idul Fitri berhak mendapatkan THR, apakah karyawan kontrak juga mendapatkan THR, karyawan dengan masa kerja berapa lama yang berhak mendapatkan THR, kapan pembayaran THR harus dibayarkan, apakah karyawan kontrak yang habis masa kontraknya sebelum idul fitri berhak atas THR dan sebagainya.

Mari kita lihat secara lebih rinci pasal-pasal dalam Permen 04 tahun1994 tentang THR.

Pasal 3

(1)       Besarnya THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:

  1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan:

(Masa Kerja / 12) x 1 bulan upah

(2)       Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.

(3)       Dalam hal penetapan besarnya nilai THR menurut Kesepakatan Kerja (KK) atau Peraturan Perusahaan (PP) atau Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kebiasaan yang dilakukan lebih besar dari nilai THR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka THR yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan Kesepakatan Kerja, Peraturan Perusahaan, Kesepakatan Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.

 Pasal 4

(1)       Pemberian THR sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (2) disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan, masing-masing pekerja kecuali kesepakatan pengusaha dan pekerja menentukan lain.

(2)       Pembayaran THR sebagaimana di maksud dalam ayat (1) wajib dibayarkan oleh Pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Pasal 5

(1)       Dengan persetujuan pekerja, THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 sebagian dapat diberikan dalam bentuk lain, kecuali minuman keras, obat-obatan atau bahan obat-obatan, dengan ketentuan nilainya tidak boleh melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari nilai THR yang seharusnya diterima.

(2)       Bentuk lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan bersamaan dengan pembayaran THR.

Pasal 6

(1)       Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR.

(2)       Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu yang hubungan kerjanya berakhir sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan.

(3)       Dalam hal pekerja dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, maka pekerja berhak atas THR pada perusahaan yang baru, apabila dari perusahaan yang lama pekerja yang bersangkutan belum mendapatkan THR.

 Pasal 7

(1)       Pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu mebayar THR dapat mengajukan permohonan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

(2)       Pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) harus diajukan paling lambat 2 bulan sebelum Hari Raya Keagamaan yang terdekat.

(3)       Direktur Jenderal Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menetapkan besarnya jumlah THR, setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaaan keuangan perusahaan.

Salam HR !! www.HRD-Forum.com ; Komunitas HRD Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*