SMART target Goal | HRD Forum
Home | Article | Target yang SMART

Target yang SMART

Pernah bingung dengan target yang begitu sulit dan dipastikan tidak bisa dicapai? atau anda pernah melihat target yang sulit diukur tingkat keberhasilannya? atau target yang tidak masuk akal? tidak ada batas waktunya?

Dalam artikel ini akan kita bahas bersama, bagaimana membuat target yang baik, terukur dan menggerakkan. Banyak perusahaan yang sudah menerapkan teori-teori management dengan baik dan benar sudah mengerti bagaimana target yang SMART dapat menggerakkan peoplenya menjadi lebih produktif.

Apa itu SMART ?

SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Relevant and Timely. Mari kita bahas satu persatu.

Specific

Target yang specific akan lebih mudah dicapai, diukur dan menggerakkan. Spesific berarti menetapkan sasaran secara jelas dan tidak ambigu. Sementara Measurable adalah target tersebut harus dapat diukur. Beberapa point yang digunakan adalah mengevaluasi dan menganalisis : apa yang ingin dicapai? Alasan atau keuntungan apa yang ingin diraih? Siapa yang terkait dan berhubungan dengan sasaran tersebut? Dimana lokasi atau fasilitas, sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut?

Selanjutnya adalah pengukuran yang kongkrit seperti berapa banyak atau kapan sebuah sasaran bisa diketahui telah dicapai. Hal ini mesti dapat diperhitungkan dari awal penetapan targetnya.

Attainable

Diartikan sebagai dapat diraih/realistis. Target harus dapat diraih, dapat dicapai, Realistik. Target yang tidak dapat dicapai, akan melemahkan motivasi karyawan atau siapapun. Target yang tidak realistik akan membuat karyawan atau orang demotivasi. Sebagian orang mengartikan A ini dengan ACHIEVEable, dapat dicapai.

Relevant and Timely

Sebagian mengatakan Relevant atau Relevansi dan sebagian lagi yang yang lain menuliskan dengan Rational atau Rationality.

Relevansi sebuah target atau tujuan dinyatakan dengan memilih skala prioritas bagi sasaran-sasaran yang paling vital dan berarti bagi organisasi. Sebuah tujuan bisa saja spesifik, terukur, realistis, dan ada batas waktu, namun jika tidak relevan terhadap atasan, manajemen dan perusahaan secara keseluruhan maka tidak akan didukung penuh oleh tim kerja atau rekan/mitra kerja yang lain.

Sementara Rationality adalah, sebuah target atau goal harus rasional, masuk akal dan dapat diterima oleh akal sehat. Rationality is a normative concept that refers to the conformity of one’s beliefs with one’s reasons to believe, or of one’s actions with one’s reasons for action.

Sedangkan Timely adalah bahwa sebuah target harus mempunya batasan waktu, dengan adanya batasan waktu seorang karyawan atau orang dapat melakukan perencanaan dengan sebaik-baiknya tahapan demi tahapan sesuai dengan batasan waktu yang tersedia.

Salam Sukses !

Bahari Antono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*