Sudah Tahu Apa Fungsi Materai ? | HRD Forum
Home | Article | Sudah Tahu Apa Fungsi Materai ?

Sudah Tahu Apa Fungsi Materai ?

materai-kuno-hrd-forumFUNGSI MATERAI

Sering kali ketika membuat sebuah kontrak atau perjanjian, kita diharuskan untuk menggunakan materai. Berdasarkan UU No. 13/1985 Pasal 1 ayat 1 tentang bea materai, menyatakan bahwa hakikat utama bea materai adalah pajak dokumen yang dibebankan oleh negara untuk dokumen tertentu. Dari penjelasan tersebut secara tersirat dijelaskan bahwa materai tidak menentukan sah atau tidaknya suatu perjanjian. Namun apabila surat pernyataan atau perjanjian akan dijadikan sebagai alat bukti di pengadilan, maka tetap harus menggunakan materai. Sedangkan penentu sah atau tidaknya surat perjanjian adalah seperti yang diatur dalam Pasal 1320Bugerlijk Wetboek (Kitab Undang-Undang Perdata), yakni adanya kesepakatan dari beberapa pihak yang mampu secara hukum (cukup umur dan tidak di bawah pengampuan) dan adanya causa yang halal.

Menurut Pasal 1 huruf (a) Kepmenkeu No. 476/KMK.03/2002 tentang Pelunasan Bea Materai dengan Cara Pemateraian Kemudian, menyatakan bahwa pemateraian kemudian dilakukan atas dokumen yang semula tidak terutang bea materai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di pengadilan. Selain itu dalam Pasal 1 huruf (c) dijelaskan bahwa pemateraian kemudian juga dilakukan untuk dokumen yang dibuat di luar negeri namun akan digunakan di Indonesia.

Kemudian pada Pasal 2 ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa pemateraian wajib dilakukan oleh pemegang dokumen dengan menggunakan materai tempel atau Sutrat Setoran Pajak yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Pos. Sedangkan mengenai besarnya bea materai yang harus dilunasi telah diatur dalam Pasal 3 huruf (a) yakni sebesar bea materai  terutang sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat pemateraian kemudian dilakukan.

Adapun dalam Pasal 1 sampai Pasal 5 PP No. 24/2000 menjelaskan mengenai dokumen-dokumen yang dikenakan Bea Materai, yakni adalah:

1.      Surat perjanjian dan surat lainnya yang dibuat dengan tujuan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.

2.      Akta Notaris termasuk dengan salinannya

3.      Akta-akta yang dibuat oleh PPAT termasuk dengan rangkap-rangkapnya

4.      Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di Pengadilan, yang terdiri dari:

a.       Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan

b.      surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain, selain dari maksud semula.

5.      Surat yang memuat jumlah uang, yakni:

a.       Surat yang menyebutkan tentang penerimaan uang

b.      Surat yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening Bank

c.       Surat yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank, atau

d.      Surat yang berisi pengakuan bahwa hutang uang yang seluruhnya atau sebagian sudah terlunasi atau diperhitungkan

6.      Surat berharga, seperti wesel, promes dan aksep

7.      Cek dan Bilyet Giro

Nah  itulah bagaimana sebenarnya fungsi dari materai. Ternyata  penggunaan materai sudah diatur oleh  Undang-Undang loh. Semoga apa yang telah dipaparkan di atas bisa menambah informasi Anda mengenai materai ya.

**

HRD Forum adalah Komunitas HRD terbesar di Indonesia yang berdiri di tahun 2004. Telah menyelenggarakan training & consulting di bidang HR untuk berbagai jenis industri di Indonesia.

Ingin ikut berdiskusi dengan 21.600 member yang telah lebih dahulu brgabung? silakan gabung di [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*