Saya Iri sekali dengan Anda! | HRD Forum
Home | Article | Saya Iri sekali dengan Anda!

Saya Iri sekali dengan Anda!

Saya Iri sekali dengan Anda!

Lobby hotel di Jakarta Selatan ini cukup ramai. Saya duduk di sudut kiri tepat di bawah jam besar yang setiap satu jam sekali mengeluarkan suara yang indah.

Saya tidak sendiri. Budi dan Edi duduk tepat di sisi kiri dan kanan saya. Kami sedang asyik ngobrol dengan topik gado-gado. Maksudnya bukan gado-gado makanan, tetapi maksudnya adalah topik yang tidak jelas arahnya. Semuanya kami jadikan topik obrolan. Kadang bicara HR Management, sebentar kemudian bicara tentang susahnya jadi leader, lalu beralih ke politik, sebentar kemudian beralih ke susahnya cari muka dengan atasan, ha ha ha yang terakhir itu curhatan dari Budi.

Intinya banyak topik yang jadi bahan obrolan kami. Tidak fokus. Pembicaraan yang sebenarnya hanya untuk membunuh waktu.

Tidak ada agenda khusus, tidak ada tujuan khusus. Kami ngumpul hanya sekedar kumpul saja, menepi dari kelelahan rutinitas harian.

Pak Bahari, ini serius. Bukannya mau mengorek rahasia HRD Forum. Kira-kira apa yang menjadi penyebab HRD Forum mampu bertahan selama 14 tahun dalam dunia pelatihan dan konsultasi khususnya di bidang HR? begitu tanya Edi, seorang manager yang usianya tidak terlalu jauh dengan saya.

Budi menghentikan minumnya. Ditarik kursinya agak ke depan ingin menyimak obrolan yang tiba-tiba menjadi serius.

Sebenarnya tidak ada rahasia-rahasiaan sih pak Edi. Kuncinya kita mau bergerak, punya inisiatif. Kreatif dan konsisten. Menurut saya itu saja. Tidak ada resep-resep khusus. Jawab saya dengan kalimat yang sangat sederhana sekali.

Begitu ya pak Bahari. Jika sesederhana itu, pastinya banyak orang yang juga bisa seperti HRD Forum. Nyatanya banyak rekan-rekan saya yang memutuskan resign dari perusahaan lalu mencoba peruntungan dengan menjadi pebisnis training, paling-paling bertahan hanya satu tahun dua tahun. Setelah itu dia sibuk kirim-kirim surat lamaran lagi, jadi karyawan lagi. Begitu Pak Edi menyampaikan kepada kami berdua tetapi lebih ditujukan kepada saya.

Saya kurang paham nih pak, apa saja yang sudah dilakukan oleh rekan pak Edi selama satu dua tahun itu. Seharusnya jika konsisten, punya inisiatif, kreatif dan terus bergerak harusnya sih bisa sukses. Karena jujur saja, menjadi pebisnis training itu sangat mudah. Gak perlu modal besar. Gak perlu pinter-pinter amat. Gak perlu sekolah tinggi-tinggi. Yang penting yang saya sebut tadi, konsisten, inisiatif, kreatif dan terus bergerak saja. Cukup kok untuk bisa menikmati hasil yang tidak sedikit dari dunia pelatihan ini.

Budi yang sedari tadi hanya menyimak, sekarang ikut bertanya.

Pak Bahari, pertanyaan usil nih. Barapa sih penghasilan seorang pebisnis training?

Ya beda-beda pak Budi. Tapi lumayanlah. Jika dibandingkan karyawan, ya jauh lebih enak jadi pebisnis training.

Ada yang punya pendapatan bersih puluhan juta perbulan, ada yang punya pendapatan bersih puluhan juta per hari, ada yang punya pendapatan bersih sekian ratus juta juga seminggu, beda-beda pak.

Jujur saya katakan, pokoknya uhuuuy dah. Pak Budi tertarik? Tapi ya orang kan beda-beda pak. Ada yang takut untuk menjadi pebisnis, sehingga menjadi karyawan adalah sebuah keputusan yang membuatnya nyaman dalam menjalankan kehidupannya.

Memang benar. Ada orang yang dorongan terbesarnya menjadi karyawan, banyak pula yang lebih terdorong menjadi pebisnis.

Pebisnis itu bahasa kerennya. Ada orang bilang pebisnis itu sama dengan pedagang. Menurut saya ada benarnya ada salahnya juga. Seorang pebisnis harus bisa dagang, bisa jualan itu benar. Tapi kalo saya balik, seorang pedagang belum tentu seorang pebisnis. Seorang pemasar belum tentu seorang pebisnis. Seorang sales belum tentu pebisnis. Belum tentu bisa bisnis.

Tahu kan apa bedanya jualan training dengan pebisnis training? Bedanya jualan mie ayam dengan bisnis mie ayam tahu kan? Bedanya jualan bakso dengan pebisnis bakso tahu kan?

Begini lho. Hhhmm susah juga jelasinnya ya ha ha ha. Kalau jualan mie ayam dengan bisnis mie ayam tahu kan bedanya? Tanya saya berulang-ulang kepada pak Budi dan pak Edi.

Mereka serempak mengangguk tanda mereka paham apa bedanya. YES! Anggukan mereka membuat saya lega, tidak harus menjelaskan dengan analogai-analogi lain agar mereka menjadi jelas dan paham. Tugas Saya menjadi ringan.

Pak Edi dan pak Budi jika tertarik bisa baca buku saya, ada di Gramedia. kalau sibuk gak sempat ke Gramedia bisa beli di Amazon, Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, Olx dan toko buku online lainnya. Untuk melihat wujud bukunya seperti apa, kontennya apa saja, bisa dilihat di website ini pak http://bit.ly/BukuRahasia

Jujur Saya iri sekali melihat keberhasilan pak Bahari. Saya ingin sekali mengikuti jejak pak Bahari. Karena itu saya ingin belajar dari pak Bahari. Mudah-mudahan bapak bersedia menjadi mentor Saya. begitu kira-kira pak Edi mengatakannya dengan penuh semangat. Pak Budi pun mengangguk-angguk lalu mengatakan saya ikut juga pak.

Baca buku Saya dulu pak sebagai pengantar. Nanti jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung tanya ke saya.

Pak Budi menggeser duduknya agak ke kiri. lalu berucap. Harusnya sih pak, setelah baca buku langsung ikut pelatihannya pak. Adakah pelatihannya pak?

Lhoo pak Budi dan pak Edi belum tahu ya, Saya juga mengadakan pelatihannya, judulnya Membangun & Mengelola Bisnis Training Milik Sendiri dari NOL Trainingnya dua hari, sementara ini saya adakan di jakarta. Kota-kota lainnya menyusul.

Informasinya bisa dilihat dimana pak Bahari?

Coba buka website www.creaba.com itu website khusus untuk pelatihan-pelatihan di luar dunia HRD. Creaba.com itu website yang saya create untuk Training Preneur, untuk orang-orang yang mempunyai passion dunia pengembangan SDM. Nah coba cek di sini pak, ini websitenya http://bit.ly/BisnisPelatihan

Pelatihan dua hari “Membangun & Mengelola Bisnis Training Milik Sendiri dari NOL” itu saya adakan tujuannya untuk mencetak para pebisnis training baru yang efektif.

Apa yang menyebabkan saya mengadakan itu, nggak takut tersaingi? Nggak lah, dengan semakin banyaknya pebisnis training, maka langsung tidak langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Kalau kualitas SDM Indonesia meningkat, negara kita ini akan semakin kuat. Saya sangat mencintai Negeri ini. Indonesia.

Setidaknya inilah yang membuat saya begitu semangatnya berbisnis di bidang pelatihan. Saya bisa mendapatkan penghasilan untuk diri saya, keluarga dan orang lain, Saya juga mendapatkan PAHALA karena membuat orang lain menjadi lebih kompeten, lebih pintar, lebih bermanfaat.

OK Pak Budi dan Pak Edi, jangan ragu menghubungi saya jika ada pertanyaan. Saya rasa sudah lumayan lama kita di sini, pastinya istri dan anak-anak pak Budi dan Pak Edi sudah menunggu bapak berdua. Next time kita lanjutkan ngobrol-ngobrolnya.

Sebelum bubaran, saya ingatkan kembali, untuk melihat penampakan buku saya bisa berkunjung ke sini : http://bit.ly/BukuRahasia dan untuk melihat pelatihan menjadi pebisnis training bisa di lihat di sini : http://bit.ly/BisnisPelatihan

OK Pak Budi dan Pak Edi, see You

Sudut kota Jakarta Selatan
Mei 2018

Bahari Antono
Owner & Founder HRD Forum


Bahari Antono adalah Owner & Founder HRD Forum. Mendirikan HRD Forum di tanggal 21 Maret 2004 dan aktif mengadakan pelatihan baik public training maupun inhouse training khusus di bidang HR dan Soft Skills, juga aktif memberikan konsultasi dan pendampingan di bidang HR kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Beliau adalah alumnus Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Master of Business Administration dari Institut Teknologi Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*