Problem Umum dalam melakukan Evaluasi Training & ROTI | HRD Forum
Home | Article | Problem Umum dalam melakukan Evaluasi Training & ROTI

Problem Umum dalam melakukan Evaluasi Training & ROTI

Problem Umum dalam melakukan Evaluasi Training & ROTI

Oleh Bahari Antono (Founder HRD Forum)

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa evaluasi training itu ada lima level, yaitu dimulai dari level satu (Reaction) sampai level lima (ROTI). Awalnya Dr. Donald Kirkpatrick di tahun 1950 memperkenalkan empat level evaluasi training ; Reaction, Learning, Behavior, Result. Lalu disempurnakan oleh Jack Phillips dengan Jack Phillips model memperkenalkan lime level evaluasi training yang pada dasarnya mirip dengan apa yang diperkenalkan oleh Donald Kirkpatrick, hanya saja Jack Phillips menambahkan level kelima yaitu ROTI – Return on Training Investment, yaitu menghitung tingkat pengembalian Cost yang telah dikeluarkan dari sebuah atau beberapa program training.

Untuk mempelajari apa dan bagaimana lima level training silakan baca tulisan HRD Forum yang lain yaitu : Cara Mudah Melakukan Evaluasi Training & ROTI dan Cara Melakukan Evaluasi Pelatihan: 4 Level Evaluasi Pelatihan Model Kirkpatrick.

Dalam artikel kali ini hanya akan dibawas apa saja problem-problem yang umumnya muncul saat implementasi dan analisis evaluasi training.

Kita akan mulai dari level pertama sampai level lima tetapi dalam artikel tidak dibahas secara utuh karena keterbatasan ruang dan waktu. Penjelasan lengkap hanya ada di dalam kelas pelatihan Training Evaluasi & ROTI yang diadakan oleh HRD Forum ; Workshop Training Evaluation & ROTI.

Apa saja problem yang dirasakan saat melakukan evaluasi pelatihan level satu : Reaction?

Dari survey kecil-kecilan yang dilakukan oleh HRD Forum terkait problem evaluasi pelatihan di level satu adalah bahwa kualitas hasil yang didapatkan dari evaluasi di level satu ini cukup rendah, kurang dapat menggambarkan gambaran yang utuh, mengapa? Karena di level satu ini yang diukur adalah persepsi dan rasa dari semua peserta pelatihan yang sifatnya sangat subyektif, data kualitatif dan kuantitatif yang didapatkan hanya menggambarkan hal subyektif dari persepsi dan rasa seluruh peserta pelatihan terhadap jalannya pelatihan.

Apa saja problem yang dirasakan saat melakukan evaluasi pelatihan level dua : Learning?

Umumnya perusahaan khususnya bagian training & development melakukan training evaluasi di level dua ini dengan mengadakan pre-post test. Apa problem yang muncul saat melakukan evaluasi pelatihan di level dua: learning ini? Pertama jika pembuatan soal dalam pre-post test tidak mewakili seluruh konten materi maka hasil yang didapatkan tidak dapat dijadikan pedoman apakah telah terjadi pembelajaran atau tidak. Pembuatan soal yang hanya menjadi prosedur formalitas saja hanya akan mendapatkan data hasil pre-test yang bersifat formalitas sekedar memenuhi syarat adanya evaluasi level dua tanpa mampu mengukur secara utuh dari tujuan sebenarnya evaluasi level dua yaitu learning.

Apa saja problem yang dirasakan saat melakukan evaluasi pelatihan level tiga : Behavior?

Pertama kita harus tahu apa tujuan utama dari evaluasi level tiga ini. Tanpa mengetahui tujuan evaluasi di level tiga ini maka implementasi dari evaluasi level tiga ini hanya akan menjadi sebuah kegiatan tanpa makna. Banyak perusahaan hanya melihat dari hasil performance appraisal untuk melihat hasil dari evaluasi level tiga – behavior.

Ada juga perusahaan yang melakukan sebuah kegiatan dimana peserta training diminta untuk membuat action plan. Dimulai dari perencanaan, daftar action yang akan dilakukan, penentuan target dan menuliskan progres per hari, per minggu atau bulan.

Pembuatan action plan memang mampu memaksa peserta training mau tidak mau harus mengimplementasikan hasil pelatihan. Tetapi jika atasan atau pihak HR atau pihak Training & Development tidak memahami apa tujuan dari training yang diikuti, maka biasanya action plan yang dibuat hanya menjadi kegiatan tanpa makna.

Bagaimana seharusnya? Atasan, HR atau bagian training & development harus memahami apa tujuan dan manfaat training tersebut bagi perusahaan. Produk atau jasa apa yang bisa dihasilkan dari training tersebut. Lalu peserta diminta membuat action plan dalam rangka membuat produk atau jasa tersebut yang bermanfaat buat perusahaan.

Apa saja problem yang dirasakan saat melakukan evaluasi pelatihan level Empat (Result) dan lima (ROTI)?

Karena keterbatasan ruang dan waktu, problem yang muncul di level empat terkait Result dan problem di level lima terkait ROTI akan dibahas di dalam kelas pelatihan Training Evaluation & ROTI yang diadakan oleh HRD Forum,

Untuk jadwalnya dapat dilihat di sini : Training Evaluation & ROTI bulan ini.

Terima kasih dan sampai jumpa di tangga kesuksesan.

Salam,

Bahari Antono

Owner & Founder HRD Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*