Praktisi HRD Makhluk pembelajar | HRD Forum
Home | Article | Praktisi HRD Makhluk Pembelajar

Praktisi HRD Makhluk Pembelajar

Jika seorang staff finance ditanya “Apakah terhadap karyawan kontrak (PKWT) boleh diberlakukan probation period (masa percobaan)?” dan staff finance tersebut tidak bisa menjawab, hal itu masih dapat kita maklumi. TETAPI jika kita bertanya kepada praktisi HRD dengan pertanyaan yang sama dan praktisi HRD tersebut tidak bisa menjawab, ini tentu sangat mengherankan… mengapa mengherankan?

Bisa dibayangkan jika seorang seorang dokter tidak tahu cara menyuntik yang benar, bisa dibayangkan jika seorang mekanik mobil tidak tahu cara mengganti olie, bisa dibayangkan jika seorang praktisi HRD tidak tahu tentang UU 13 thn 2003…. dan tentu Anda boleh bingung jika ada praktisi HRD yang tidak bisa menjawab pertanyaan “Apakah terhadap karyawan kontrak (PKWT) boleh diberlakukan probation period (masa percobaan)?”

Dalam kelas-kelas pelatihan yang HRD Forum lakukan, kadang masih terjadi hal tersebut, seorang praktisi HRD kebingungan pada saat ditanya “Apakah terhadap karyawan kontrak (PKWT) boleh diberlakukan probation period (masa percobaan)?” ada yang menjawab “boleh”, ada yang menjawab “tidak boleh”, ada juga yang menjawab “itu terserah perusahaan” ada pula yang menjawab “harus diatur di PP / PKB” dan aneka ragam jawaban lainnya. Tentunya jika hal tersebut terjadi pada praktisi HRD pemula, ya kita masih bisa maklum, tetapi jika hal tersebut terjadi terhadap praktisi HRD yang sudah mempunyai pengalaman diatas 2 tahun,…apa kata dunia….

Oh Mengapa hal itu masih terjadi….

Biasanya, sebagian dari praktisi HRD yang menjawab “salah” tersebut akan beralasan “Kebetulan saya bertugas di compensation & benefit…” ; “Saya dibagian recruitment & selection….” ; “Saya orang Training & Development…” dan lain-lainnya…. apakah alasan ini bisa diterima? seorang praktisi HRD, apapun spesialisasi-nya, apakah sebagai Recruitment specialist, C & B specialist, Assessor atau apapun… sebaiknya tahu dasar-dasar pengetahuan bagi seorang praktisi HRD, seperti ; cara menghitung lembur, kapan seorang karyawan berhak mendapatkan hak cuti, apakah kepada karyawan kontrak (PKWT) boleh diberlakukan masa percobaan”, cara menghitung pesangon, tata cara pemberian Surat peringatan 1,2,3 ; Masa percobaan lebih dari 3 bulan apakah diperbolehkan oleh UU ketenagakerjaan?, dan lain sebagainya.

HRD Sebagai Makhluk Pembelajar

Akhirnya, semuanya berpulang kepada diri masing-masing, apakah kita sebagai praktisi HRD sudah merasa cukup dengan kompetensi yang saat ini kita miliki atau masih ingin terus meningkatkan kompetensi dengan terus belajar dan belajar.

Terima Kasih sudah mampir di website HRD Forum, mudah-mudahan dari tulisan yang sedikit ini, ada “sesuatu” yang bisa diambil manfaatnya. Jika Anda ingin terus belajar dan belajar, tidak ada salahnya bergabung dalam mailing-list yang HRD Forum kelola, Gratis dan asyik ! dalam mailling list ini bergabung lebih dari 19.300 member dari seluruh wilayah Indonesia, jika tertarik, silakan klik disini untuk bergabung.

Terima Kasih & sampai jumpa di puncak kesuksesan !

[Bahari Antono]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*