Penilaian Kinerja Karyawan Tidak Obyektif ? | HRD Forum
Home | Article | Penilaian Kinerja Karyawan Tidak Obyektif ?

Penilaian Kinerja Karyawan Tidak Obyektif ?

performance-appraisalPenilaian kinerja atau kita biasa menyebut dengan istilah Performance Appraisal adalah proses penilaian kinerja karyawan untuk satu periode tertentu. Ada perusahaan yang melakukan penilaian kinerja setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan ada juga yang 1 kali dalam satu tahun. Bagaimana di perusahaan Anda? Penilaian kinerja mempunyai banyak manfaat dan tujuan, satu diantaranya adalah bertujuan untuk memotivasi karyawan agar selalu bersemangat, termotivasi untuk selalu meningkatkan kinerja atau performanya, karena apa? karena kinerja atau performanya dinilai oleh perusahaan, agar mendapatkan nilai ‘baik’ tentu setiap saat harus menunjukkan dan membuktikan bahwa kinerja atau performanya ‘baik’.

Bagi sebagian besar perusahaan, Penilaian kinerja masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang menyita waktu dan pikiran, mengapa? karena di banyak perusahaan, Penilaian Kinerja atau Performance Appraisal masih jauh dari harapan, yaitu memberikan hasil penilaian kinerja yang Objective, yang Fair, yang Adil, yang menggambarkan kinerja aktual dari setiap karyawannya. Masih banyak perusahaan yang melakukan penilaian kinerja dengan persiapan yang kurang, sehingga hasil penilaiannya menjadi lebih banyak Subyektif, tidak fair, tidak adil, yang tidak menggambarkan kinerja aktual dari setiap karyawannya.

Mengapa hal itu terjadi? Ada beberapa penyebab mengapa hal itu terjadi di banyak perusahaan di Indonesia, yang pertama, Alat ukur yang belum ada dan belum memiliki standar yang baik, kedua yaitu orang-orang yang melakukan penilaian alias para atasan, mereka tidak paham apa tujuan sesungguhnya dari penilaian kinerja, apa manfaat penilaian kinerja, sehingga para penilai mengesampingkan hasil penilaian kinerja yang objective, yang adil, yang menggambarkaan kondisi yang sebenarnya. Karena kurang memahami manfaat penilaian kinerja sehingga masih saja mendahulukan perasaan, rasa suka ridak suka, faktor kepentingan pribadi, dsb. Ketiga, terletak pada diri karyawan yang dinilai, dimana banyak karyawan tidak mengetahui point-point apa saja yang dinilai, kapan waktu penilaian, siapa yang menilai dan karyawan tidak mengerti apa yang harus dilakukan agar mereka memiliki nilai kinerja yang baik.

Alat ukur atau tools Penilaian Kinerja, Penilai dan orang yang dinilai, tiga hal inilah yang harus diperhatikan agar penilaian kinerja menjadi lebih baik, lebih adil dan lebih objective.

Alat ukur penilaian kinerja sangat dipengaruhi oleh kualitas KPI yang dibuat oleh para atasan kepada bawahannya. KPI yang berkualitas akan menghasilkan kinerja yang mampu meningkatkan revenue perusahaan. KPI sampah hanya akan menghasilkan kesibukan yang tidak produktif, tidak meningkatkan revenue perusahaan.

Penilaian kinerja adalah sebuah proses pemetaan, apa dan siapa orang-orang yang ada di dalam perusahaan, hasil penilaian kinerja akan menghasilkan sebuah Map, peta yang menggambarkan kondisi kualitas karyawan yang ada dalam perusahaan, hasil dari map atau peta yang didapat, harus ditindaklanjuti dengan program HR berikutnya yaitu Development, pengembangan, peningkatan dari kondisi saat ini menuju kondisi yang diharapkan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda ?

Ditulis oleh : Bahari Antono – Owner & Founder HRD Forum. www.HRD-Forum.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*