Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif PP No.33 Tahun 2013 | HRD Forum
Home | Inspirasi | Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif

Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif

Yuuk kita lihat sedang ada diskusi apa siih di milist HRD Forum yang beralamat di [email protected] ? yup banyak sekali topik diskusi yang sedang diangkat. kali ini dalam posting website HRD Forum akan kami kutip satu topik diskusi menarik tentang Pasal 30 No.33 Tahun 2013 mengenai mengenai pemberian air susu ibu eksklusif.

Pertanyaan awal ditanyakan oleh ibu Eky dengan judul email : Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, dan selanjutnya mendapatkan tanggapan dari beberapa member milis [email protected], milis yang dikelola secara profesional oleh HRD Forum. Mari kita simak bersama.

Pertanyaan :

Dear Rekan-rekan HRD,

Mohon pencerahannya mengenai PP Pasal 30 No 33 Thn 2013 mengenai pemberian air susu ibu ekslusif yang berdampak kepada kewajiban penyediaan ruang khusus laktasi di ruang publik dan perkantoran termasuk perusahaan swasta, saya kok agak kurang mudeng ya.

Apakah di kantor rekan-rekan sudah ada ruang khusus laktasi?

Di kantor saya kebetulan saat ini tidak ada karyawati yang sedang menyusui, dan kalaupun ada tamu yang berkunjung dan kebetulan sedang menyusui, ia tidak membawa bayinya, apakah tetap harus menyediakan ruangan laktasi?

Best regards,

Eky

——-

Tanggapan :

Ada beberapa tanggapan dari member milis [email protected], sebagai berikut :

——-

Iya, di kantor saya ada ruang menyusui dan ada kulkas. Ada perusahaan yang menyediakan jasa penyewaan pendingin ASI.

Yang sudah menjalankan ini sebagian besar adalah mal-mal besar dengan ruangan khusus ibu yang menyusui.

Salam super,

Bambang SN

——-

Dear Bu Eky,

Tempat kerja para karyawan di kantor kami termasuk konsep terbuka… andaikan ada ruang-ruang tertutup, setiap ruang tersebut pasti ada kamera yg terhubung dengan cctv; privasi untuk menyusui atau memerah susu pastinya terganggu dengan suasana seperti itu (apalagi bagi tamu).

Kantor kami masih baru masuk hitungan beberapa minggu untuk pengadaan ruang laktasi ini. Ruang yang disediakan tidak besar-besar banget, namun yang jelas cukup untuk 1 meja & 1 kursi beserta sekat (wooden panel) dengan penerangan yang memadai. Manfaat yang dirasakan dengan menyediakan ruang laktasi ini adalah: walaupun si Ibu tidak membawa bayinya, ibu tersebut tetap dapat mengumpulkan air susu di tempat yang lebih “baik” ketimbang harus memerah susu di toilet. Sayang khan kalau si ibu sudah berepot-repot untuk mensterilkan semua peralatan perah susu, botol susu + dot-nya supaya ASI yag terkumpul tetap layak diminum anak di rumah kalau buntut-buntutnya sang ibu harus memerah di tempat orang sedang (maaf…) buang hajat. Nilai hygiene dan estetikanya jadi berkurang deh.

Inti dari penyediaan fasilitas seperti ini adalah: Dukungan manajemen terhadap karyawan dan klien yang berkunjung setidaknya membuat mereka nyaman untuk tetap produktif di kantor kita…. Ketimbang bilang win-win solution, saya lebih senang bilang itu sebagai happy-happy solution untuk semua pihak terkait di kantor .

Salam,

Evelyn

——-

Dear Eky,

Biasanya jika Perusahaan belum mampu untuk menyediakan ruang khusus laktasi, maka paling tidak diberikan waktu khusus untuk Ibu memerah ASI.

Perusahaan dapat meminjamkan ruang meeting atau ruang lain yang tidak terpakai, atau Ibu dapat mencari sendiri tempat yang memadai, seperti mushola.

Regards,

Maya

 ——-

Nah sahabat HRD Indonesia, itu sekilas tentang salah satu diskusi di milis [email protected], jika tertarik bergabung dengan sahabat HRD Indonesia lainnya silakan bergabung, mari kira berdiskusi tentang kasus ketenagakerjaan dan HRD. Untuk bergabung silakan gabung disini milis HRD Forum.

Ingin Cari Provider Training Jakarta atau cari konsultan HRD silakan hubungi HRD Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*