Mengapa Anda Resign Dari Perusahaan Sebelumnya? | HRD Forum
Home | Article | Mengapa Anda Resign Dari Perusahaan Sebelumnya?

Mengapa Anda Resign Dari Perusahaan Sebelumnya?

Banyak rekan-rekan karyawan dan calon karyawan yang kelihatan kebingungan saat ditanya “Mengapa Anda memutuskan keluar dari perusahaan itu?” atau “Mengapa Anda resign dari perusahaan itu, apa alasannya?” atau “Apa alasan yang dapat Anda ceritakan, mengenai alasan utama mengapa Anda resign dari perusahaan sebelumnya?” dan berbagai pertanyaan dari HR saat interview seleksi penerimaan karyawan baru.

Yah ini seperti buah simalakama, jika bicara jujur tentang Alasan Resign, khawatir malah tidak diterima atau tidak lulus. Jika bicara tidak jujur, kok gimana gitu rasanya, ada yang menganjal di dalam hati. Masuk kerja dengan diawali sebuah kebohongan kok rasanya gimana gitu, he he he. Mengatakan Alasan Resign memang harus mempunyai strategi jitu.

“Saya resign karena saya ada masalah dengan atasan saya…..” wah mungkin ini adalah jawaban yang jujur. Tetapi jujur saja, jawaban Alasan Resign seperti ini akan membawa problem baru bagi si calon karyawan. Tentu jawaban seperti ini akan meninggalkan banyak pertanyaan di dalam benak sang HR. HR seperti mendapatkan amunisi untuk melakukan probing, menggali lebih dalam atas behavior si kandidat.

“Saya suka dengan atasan saya, tetapi mohon maaf, team sayalah yang membuat saya harus mengambil sebuah keputusan berat. Saya putuskan resign karena mereka !” Mungkin ini jawaban jujur dan apa adanya. Tetapi tolong difikirkan bagaimana dampaknya terhadap peluang Anda untuk bekerja ditempat baru itu. Yang harus Anda ketahui, saat interview, HR sedang menggali siapa sih Anda itu? Seperti apa sih Anda itu? bagaimana sih Anda itu? dan ke-kepo-an lainnya yang ingin diketahui oleh HR tentang siapa sebenarnya Anda atau si calon karyawan itu.

Rekan, memang sudah menjadi tugas HR saat interview, saat wawancara kerja, mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi dan fakta tentang diri Anda, tentang diri calon karyawan, sehingga diharapkan perusahaan tidak salah dalam memilih calon karyawannya. Kesalahan dalam memilih karyawan, dapat berakibat sangat fatal bagi bisnis perusahaan.

Tulisan ini hanya akan mengupas, Alasan Resign atau apa jawaban yang tepat saat Anda ditanyakan “Apa alasan Anda resign dari perusahaan sebelumnya?”

Berikut adalah beberapa contoh jawaban yang lebih bijak dan tidak berbohong, yang dapat Anda pertimbangkan dalam menjawab pertanyaan tersebut saat wawancara kerja.

  1. Saya resign karena ingin mendapatkan tantangan yang lebih dari pada tantangan yang saya dapatkan di perusahaan sebelumnya. Intinya saya ingin memberikan lebih kepada perusahaan, dan saya yakin, saya memang menginginkan itu. Tantangan yang lebih menantang.
  2. Saya resign karena saya ingin mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar lagi. Mudah-mudahan di sini saya mendapatkan tanggung jawab yang besar tentu sesuai dengan tanggung jawab di posisi yang saya lamar.
  3. Saya resign karena ingin mendapatkan pekerjaan dengan jenjang karir yang lebih baik dan menantang.
  4. Saya resign karena status saya PKWT, saya ingin mendapatkan pekerjaan dengan status PKWTT.
  5. Saya resign karena kompetensi yang saya miliki tidak terpakai dengan maksimal di perusahaan tersebut. Sayang sekali jika kompetensi yang saya miliki tidak dimanfaatkan untuk kemajuan perusahaan.
  6. Saya resign karena saya tertarik untuk mencari tantangan baru.
  7. Saya resign karena keluarga saya pindah ke kota ini.
  8. Saya resign karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
  9. Saya resign dari perusahaan sebelumnya karena mimpi pribadi yang belum terwujud, yaitu menjadi manager !
  10. Saya resign karena ingin bekerjaa di perusahaan yang sesuai dengan passion saya, perusahaan ini cocok dan sesuai dengan passion saya !

Silakan pelajari, analisa dan gunakan yang sesuai dengan kondisi Anda, berkata jujur itu lebih baik. Masih banyak contoh-contoh alasan resign lainnya. Anda bisa kembangkan sendiri, bisa anda tambahkan sendiri dan tentunya anda harus siap dengan pertanyaan susulan dari HR setelah Anda menjawab tadi.

Terakhir, pesan kami, jujur lebih baik. Tetapi berkata jujurlah dengan sebuah strategi.

Salam HR !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*