Membuat Key Performance Indicators - KPI lagi !! | HRD Forum
Home | Konsultasi | Membuat Key Performance Indicators – KPI

Membuat Key Performance Indicators – KPI

Seorang direktur HRD sebuah perusahaan duduk tepat di sebelah saya, berbaju putih, berjas hitam dan berdasi mahal, sementara di sebelah kiri sang direktur HRD duduk seorang sekretaris cantik dengan setumpuk berkas dan kertas kerja. Meeting ini adalah meeting lanjutan dari meeting-meeting sebelumnya, agenda kali ini sudah ditetapkan akan membahas draft KPI yang akan diimplementasikan di perusahaannya. Hanya kami bertiga dalam ruang besar berudara sangat dingin.

Sang direktur sudah menyiapkan data-datanya dan sudah dibuka lebar-lebar di depannya, berserakan di atas meja kaca, sementara tangan kanannya sibuk membolak-balik lembar-lembar datanya.

Direktur HRD : “Pak, bagaimana dengan draft KPI yang sudah dibuat oleh staf saya dan seluruh manager perusahaan?”

Saya : “Sudah saya baca dan pelajari, di sana sudah saya beri beberapa catatan, mungkin lebih tepatnya koreksi atas beberapa kekeliruan yang dibuat”.

Direktur HRD : “Pak, untuk catatan ini, ini salahnya dimana ya? saya sudah cari tetapi tidak menemukan kesalahannya”. kata Pak Direktur HRD sambil menunjukkan selembar kertas kerja atas nama seorang managernya. Saya mengambilnya lalu sempat tenggelam sebentar dalam barisan kalimat di dalamnya dan dengan cepat menemukan dimana kesalahan dari draft KPI yang dibuat oleh manager tsb.

Saya : “Ini pak, kalimat ini, ini masih kurang tepat…..”.

Pak Direktur HRD membaca kalimat yang saya tunjukkan, sesekali dia melihat ke arah saya. Tidak lama kemudian dia bertanya.

Direktur HRD : “Maaf pak, salahnya dimana dari kalimat ini….”.

Saya : “Coba bapak perhatikan pada kolom objective, baca objective yang dibuat, lalu lihat pada kolom KPI, baca KPI yang dibuatnya, apakah nyambung antara objective dengan KPI-nya?”. Tanya saya

Direktur HRD ini diam sejenak, lalu ….,

Direktur HRD : “OK saya sudah baca, memang terlihat tidak nyambung pak”.

Saya : “Bukan terlihat tidak nyambung pak, tetapi memang tidak nyambung”. Lalu saya menjelaskan dimana tidak nyambungnya antara objective dengan KPI yang dibuatnya.

Saya : “Ingat, dalam pembuatan KPI, antara objective dengan KPI yang dibuat harus selaras pak, nyambung. Contoh kecil agar memudahkan, Misalkan seorang sopir Taxi, apa objective-nya? jika salah satu objective-nya katakanlah menyetor sejumlah uang setoran, maka KPI-nya adalah kita harus membuat ‘sesuatu’ pengukuran, dimana pengukuran itu mampu melihat apakah si sopir taxi sukses, berhasil atau belum atau tidak sukses dalam rangka mewujudkan objective-nya. Jadi bisa kita buatkan KPI untuk si sopir taxi itu yaitu…………………”. Kami tenggelam dalam diskusi yang panjang, menyenangkan dan juga melelahkan.

Dalam membuat KPI, dalam pembuatan KPI hal terpenting adalah menetapkan objective, pastikan objective-nya sudah tepat, baru setelah itu dibuatkan KPI-nya, pastikan KPI yang anda buat, mudah untuk diukur atau bisa diukur dan anda tahu cara mengukurnya.

Hampir tiga jam lebih Kami terlibat dalam diskusi, dan diakhiri dengan jabat tangan erat. Semoga sukses Pak Direktur HRD dalam implementasi KPI-nya.

Bagi rekan-rekan yang ingin atau sedang membuat KPI di perusahaannya, Kami siap membantu, apakah hanya memberikan inhouse training, atau hanya pendampingan saja, atau 100% semuanya Kami yang kerjakan, intinya Kami siap membantu. Silakan hubungi Kami di email : [email protected] atau hotline HRD Forum 08788-1000-100

Terima Kasih telah memilih HRD Forum.

Bahari Antono –

Owner & Founder HRD Forum

  • Follow me @BahariAntono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*