Kasus Rekrutmen : CV Titipan Orang Penting | HRD Forum
Home | Article | Kasus Rekrutmen : CV Titipan Orang Penting

Kasus Rekrutmen : CV Titipan Orang Penting

Berikut adalah pertanyaan dari seorang member milis [email protected] ; tentang kasus recruitment, yaitu bagaimana menghadapi Titipan CV dari seseorang. Silakan membaca sampai selesai bagaimana pandangan rekan-rekan HRD dalam menghadapi kasus CV titipan dalam proses recruitment. (Tertarik bergabung dalam komunitas HRD terbesar di Indonesia? kirim email kosong ke [email protected]).

Tanya :

Salam HR !

Ada satu pertanyaan yang ingin saya tanyakan dan mungkin lebih tepatnya saya ingin meminta sharing dari rekan-rekan semuanya, bagaimana cara kita menanggapi adanya Titipan CV dari seseorang, dimana orang yang menitipkan CV tersebut sangat penting bagi perusahaan.

Pada awalnya kami bersikap biasa saja, dan mengikutkan kandidat untuk test, ternyata dari hasil test, kandidat tidak memenuhi syarat dalam arti tidak lulus dan tidak diterima. Pada kondisi ini kami bingung, apakah harus mengikuti hasil test atau bagaimana, mengingat kami memikirkan impactnya bagi kepentingan perusahaan.

Bagaimanakah sikap kita sebagai HRD jika menghadapi kasus spt ini, mungkin ada rekan-rekan yang ingin berbagi pengalaman?

ditunggu sharing pengalamannya,

terima kasih,

Budi Sp

————————

Jawab :

Kalo itu sih pengalaman pribadi saya banget pak dan dimana-mana sepertinya hal itu tidak bisa dihindari.

Wajar sih timbul pertentangan batin antara memenuhi SOP atau kepentingan bisnis, namun kalau menurut saya jadi HRD itu tidak bisa saklek 100% dalam menjalankan tugas-tugasnya, terkadang harus bisa membaca situasi sekaligus akibatnya. Analisa masalahnya dengan pendekatan Risk analysis, ukur seberapa jauh impact yg harus diterima oleh perusahaan jika titipan tsb tidak diakomodir oleh perusahaan, hal ini biasanya yg saya lakukan jika ada karyawan titipan, namun sekedar sharing saja, bahwa tidak semua karyawan titipan itu amburadul loh kualitas kerjanya (walaupun tidak lolos tes) ada juga yg bagus sepanjang kita treatment dengan baik dan tidak apriori dengan ybs, lakukan saja hal yg wajar seperti halnya karyawan yg lain.

Selamat mencoba…hehehe…

Salam,

Santo AS

————————

Dear mas budi,

Dulu saat saya jadi spv rekrutment..sy pernah mengalami hal yg serupa…menurut sy alangkah baiknya tetap dikomunikasikan bahwa kandidat tersebut tidak diterima dilengkapi dengan bukti2nya dan kemungkinan dampak2nya…baik secara personal maupun perusahaan, baik secara jangka pendek ataupun panjang.

Insya Allah jika dikomunikasikan baik2 org penting tsb bisa menerimanya.

Mudah2an membantu ya

Terimakasih.

Anton

————————

Dear Pak Budi,

Ikut sharing ya pak…krn saya pernah mengalami situasi yg sama dgn bapak. Hal yg pertama saya lakukan yaitu berkoordinasi dgn pimpinan (bisa hr mngr/gm/direktur) untuk minta pendapat,berdiskusi dan sekaligus minta disposisi.

Jika kandidat tersebut mmg hrs dipaksakan diterima maka tempatkan yg sesuai dgn keterampilan atau kelebihannya.

Yg lebih merepotkan jika kita mendapatkan cv titipan dari pejabat (bisa dari tingkat kelurahan/kecamatan/polres/kodim/dll)…artinya jika kita kita tdk menerima maka bisa berdampak pada proses kelancaran pabrik atau produksi,tp tetap menggunakan akal sehat dalam penerimaannya. Kita jg tdk mungkin menolak dgn hanya alasan tdk lolos tes saja dgn tdk mempertimbangkan faktor sosialnya.

Menurut hemat saya kita juga harus melihat dari sisi kepentingan seluruh unit/bersama.

Tq.

————————

Salam HR Pak Budi,

Ijin memberi saran juga, Jika memang itu titipan orang yang berpengaruh bagi perusahaan, kita lihat dahulu apakah orang tersebut cenderung ‘memaksa’, jika tidak memaksa dan bisa menerima, maka bisa diinformasikan dengan menyertakan alasan kenapa kandidat tidak diterima. Tapi jika memang memaksa, kita bisa menginformasikan kepada manajemen dan User si kandidat untuk menerima* kandidat dengan kondisi khusus. Kondisi khusus artinya diberikan pengawasan lebih dsb..

Namun hati2 dalam mengelola isu ini, karena dapat membawa dampak negatif bagi rekrutmen perusahaan

*dengan catatan posisi jabatan orang tersebut tidak terlalu membawa dampak signifikan terhadap bisnis

terima kasih,

Danika

————————

Dear Rekan – rekan

Hal ini pernah saya alami , cv titipan dari owner langsung dan mau tidak mau harus bisa diterima meskipun saya tahu calon karyawan tersebut sangat tidak potensial , saya terima dan saya back up karyawan titipan tersebut dengan orang yang potensial , terimakasih.

Regards

Indri

————————

Salam HR,

Sekadar urun rembuk pak. Sebagai hrd biasanya saya menempatkan diri sebagai konselor. Saya menjalankan tugas sebagai penasehat bagi perusahaan.

Pernah sekali waktu saya mendapat pengalaman ini. Langkah yg diambil pak Budi saya rasa sdh tepat. Lakukan test spt prosedur normal rekrutmen. Kemudian sampaikan hasilnya kpd user. Kita hanya advise saja hasil serta konsekuensi dari hasil tsb. Biarkan user yang menentukan antara menerima atau tidak. Jika dikemudian hari ada masalah dengan calon karyawan ini maka userlah yang bertanggung jawab karena kita sdh pernah memberikan advise.

Jangan lupa usulan/advis tsb dibuat tertulis dan di tandatangani oleh user sebagai mengetahui. Ini bisa kita jadikan bukti dikemudian hari jika user ingin menyalahkan kita.

Demikian.

emanuel’ emanueltriyaji

————————

Dear Pak Budi,

Salam kenal

Ijin berbagi pengalaman.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami, langkah yang saya ambil adalah mengembalikan keputusan mengenai hal tersebut kepada user dan managemen.

Dengan catatan, sebagai HR, kita telah memberikan rekomendasi yang lengkap kepada User dan Managemen.

Misalnya, potensi yang dimiliki oleh kandidat ‘titipan’, kepribadian, prediksi HR mengenai adaptasi dan perkembangan kandidat ‘titipan’ di kemudian hari, Sehingga User dan Managemen dapat mempertimbangkan keputusannya dan menyadari konsekuensi yang akan diambil apabila menerima kandidat ‘titipan’ tersebut.

Demikian pengalaman yang saya miliki, semoga bermanfaat.

Terima kasih.

Regards,

Emma

————————

Rekan,

Bagi saya ini kasus yg cukup sederhana.

Saya akan laporkan kejadian sebenarnya, berikan analisa risk-benefit dan kembalikan keputusan kepada atasan saya dan calon atasan ybs. Beres. 🙂

Salam,

Riyan

————————

Ya diterima saja, tapi dikasih catatan kalau hasil test tidak memenuhi syarat, dan diminta petinggi perusahaan untuk td tangan persetujuan, atau pejabat di perusahaan yang nitipin orang tersebut, trus orang itu dikasih masa probation atau dikontrak maksimal 6 bulan, kalau gak perform ya diputus kontraknya, tapi siapa tau justru orang itu malah terpacu motivasinya sehingga bisa menunjukkan prestasinya, ya ini kan benefit buat perusahaan toh.

Adi Irianto Joko S [email protected]

————————

Dear all…

Kejadian seperti itu sering sekali saya alami. Menerima CV titipan dari pejabat-pejabat tertentu (Pemda, DPRD,Kepala Daerah) dan kami pun selalu melakukan rekrutment sesuai dengan prosedur yang ada. Hasil tes selalu kami sampaikan langsung kepada atasan dan menjelaskan hasilnya. Mayoritas berada di bawah standar yang diharapkan. Namun sang pemberi titipan selalu maksa dan mengatakan dicoba terlebih dahulu jika memang hasilnya tidak baik maka kami dipersilahkan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya atau memberikan pemutusan hubungan kerja. Terkadang atasan tidak dapat menolak karena terkait dengan kelanjutan Perusahaan. Setelah dipekerjakan tak sedikit dari pegawai tersebut yang malah jadi melunjak. Terutama jika sang pemberi CV mempunyai pengaruh penting terhadap Perusahaan. Namun jika perilaku sang pegawai memang tidak baik pegawai yang lain pun pasti akan menilai. Tetapi memang ada juga pegawai yang malah melunjak karena merasa punya kedekatan dengan pejabat tertentu. Selama ini kami memang tidak pernah mengadukan pegawai tersebut kepada pemberi CV dan hal ini akan menjadi koreksi kami berikutnya.

Regards

Dheena

————————

Dear all saudaraku HRD se Indonesia,

Terima kasih atas sharing pengalamannya tentang titipan dalam recruitment. Sangat membantu sekali dalam melangkah ke depannya.

Pengambilan keputusan yang tidak mudah sebenarnya, tetapi apa daya, bagaimanapun kita juga harus mengamankan ‘dapur rumah tangga’ kita juga pada akhirnya.

Dari sekian banyak yang telah memberikan sharing pengalamannya, sebagian besar mengambil keputusan menerima ‘karyawan’ tsb dengan berbagai macam ‘catatan’. Hanya sebagian kecil yang dengan tegas menolak.

OK, Sekali lagi terima kasih atas pencerahan yang sangat memotivasi saya pribadi.

Senang sekali bisa bergabung dalam Forum ini, [email protected]

Jayalah selalu HRD Forum !

Terima Kasih,

Budi Sp

 ————————

Bagi rekan-rekan yang ingin terlibat aktif dalam diskusi, silakan bergabung dalam komunitas HRD Forum, dengan mengirimkan email kosong ke : [email protected] ; selanjutnya silakan ikuti petunjuk dari yahoogroups.

Selain memfasilitasi forum diskusi HRD, HRD Forum juga secara rutin mengadakan training HRD baik yang bersifat kelas publik, juga yang bersifat inhouse training, serta konsultasi HRD dan membantu membuatkan program-program HRD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*