Home | Wawancara | Ignasia Sulistyaningsih, PT.Pertamina Retail

Ignasia Sulistyaningsih, PT.Pertamina Retail

ignasia-pertamina-hrd-forumHalo rekan dan sahabat HRD Forum, dalam website HRD Forum, kita akan mulai memuat hasil wawancara dengan praktisi HRD Indonesia. Adapun tujuan dari memuat hasil wawancara ini adalah untuk kita dapat saling mengenal satu dengan lainnya diantara praktisi HRD Indonesia.

Pada kesempatan pertama, kita akan nikmati bersama hasil wawancara HRD Forum dengan salah seorang praktisi HRD, yaitu ibu Ignasia Sulistyaningsih, beliau saat ini menjabat sebagai Assistant Manager di PT.Pertamina Retail. Untuk lebih jelasnya silakan menikmati hasil wawancara dengan beliau.

Apa kabar bu ? sedang sibuk apa sekarang ?
Hallo…. kabar saya hari ini baik pak…
Saat ini saya sedang menyelesaikan beberapa penugasan dari Perusahaan terkait dengan perbaikan dan pengembangan di Departemen SDM. Sesuai dengan Visi Departemen SDM PT Pertamina Retail, untuk menjadi Role Model pengelolaan HR, maka kami (Atasan dan rekan2 di Team SDM) sedang menyusun dan melakukan beberapa perbaikan kualitas SDM, khususnya di Departemen kami sendiri.

Bisa diceritakan asal usul mengapa ibu menetapkan ingin berkarir sebagai HRD ?
Wah, agak panjang ini ceritanya. Sebenarnya, dulu saya tidak terpikir untuk berkarir sebagai HRD. Setelah lulus kuliah, saya sempat menjadi Terapis untuk anak autis selama beberapa bulan. Saya menikmati pekerjaan itu, dan sempat bercita-cita memiliki klinik untuk anak2 autis. Saya merasa bahagia apabila “anak asuh” saya bisa menunjukkan progress yang baik dari setiap sesi pertemuan.
Suatu hari, saya dihubungi oleh HR Manager sebuah Perusahaan Manufaktur didaerah Cakung. Pada saat itu, Perusahaan tersebut sedang membutuhkan HR Officer. Atas saran dari orang tua saya, maka saya mengikuti proses seleksi di Perusahaan tersebut dan Puji Tuhan saya diterima. Meskipun saya merasa berat meninggalkan profesi sebagai terapis, namun saya mencoba menjalani pekerjaan baru saya dengan sebaik-baiknya. Awal saya bekerja sebagai HRD, dipenuhi dengan berbagai macam konflik, permasalahan dan tekanan-tekanan. Hampir setiap minggu, ada saja hal-hal yang harus diselesaikan. Bahkan, suatu hari saya pernah dimaki-maki oleh (hampir) seluruh karyawan pabrik karena saya mensosialisasikan perubahan system absensi. Apa kejadian-kejadian itu membuat saya jera ? Tidak ! Justru saya mulai jatuh cinta dengan HRD, dengan segala dinamikanya. Pada saat itu, saya justru tertantang untuk mengubah mindset sebagian orang bahwa HRD itu bukan “pabrik (bukan public) enemy”, tapi partner untuk mengubah beberapa kondisi menjadi lebih baik dan lebih berkualitas.
Buat saya pribadi, bekerja di HRD adalah seni. Seni bagaimana kita berhadapan dengan karyawan yang memiliki aneka ragam latar belakang, personality, opini, dan lain sebagainya. Seni bagaimana menyampaikan pesan Manajemen ke karyawan dan juga sebaliknya, tanpa menimbulkan konflik. Seni bagaimana kita sedikit demi sedikit memperbaiki karyawan supaya mereka lebih berkembang, lebih produktif, sehingga karyawan bisa menjadi great value untuk Perusahaan. Itu sebabnya saya senang menjalani pekerjaan ini dan berkomitmen untuk berkarir sebagai HRD.

pertamina-ignasia-hrd-forumApa yang menginspirasi ibu sehingga sampai sekarang tetap setia sebagai praktisi HRD ?
Hal yang menginspirasi saya tetap setia sebagai praktisi HRD hingga hari ini sederhana saja.  Di HRD saya bisa membantu banyak orang. Mendengarkan harapan Manajemen & pekerja, lalu menggandengkan harapan mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Saya jadi teringat percakapan dengan salah satu guru saya, yaitu Ibu Christine Fald, Beliau mengatakan bahwa menjadi HR, ibarat menjadi isi sandwich. Roti yang diatas adalah Manajemen, roti yang dibawah adalah karyawan. HRD adalah isi sandwich. Tanpa isi sandwich, pastilah hambar rasanya. Supaya sandwich tersebut menjadi enak untuk dinikmati, maka isi sandwich tersebut haruslah diramu agar menjadi nikmat. Semakin komplit, semakin nikmat. Begitulah HRD.

Apa tantangan yang dihadapi selama menjadi HRD ?
Tantangan selama menjadi HRD selama ini ya…pada saat di complain. Hahaha… Itu hanya sebagian kecil. Sebenarnya ada beberapa sih, tapi menurut saya, tantangan terbesar adalah terkait dengan penerapan kultur/budaya Perusahaan. Bertahun-tahun karyawan sudah terbiasa bekerja di zona nyaman, mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan yang benar. Merubah mindset karyawan untuk berubah ke arah yang lebih baik adalah tantangan tersendiri. Kita benar-benar harus menjadi role model buat karyawan.

Apa suka dan apa dukanya selama menjadi praktisi HRD ?
Suka duka selama menjadi praktisi HRD….hmmm….sukanya yaitu pertama, pada saat kita bisa mengubah culture yang tidak baik menjadi culture yang diinginkan sesuai tata nilai yang kita miliki. Kedua, pada saat kita mengusulkan suatu program ke Direksi, kemudian program tersebut disetujui dan dapat diimplementasikan dengan baik ke semua karyawan dan karyawan senang. Ketiga, saat kita mendengarkan keluh kesah karyawan, dan kemudian keluh kesah tersebut kita tindaklanjuti sehingga beban karyawan tersebut berkurang, atau harapan karyawan bisa terakomodir.
Dukanya, pertama mungkin saat kita harus melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. Satu sisi, tidak suka harus menyampaikan berita buruk ke karyawan, tapi satu sisi informasi itu harus disampaikan.
Kedua, saya sering sedih jika ada karyawan yang sudah kita kembangkan sedemikian rupa, lalu mereka resign begitu saja.

KPI-hrdforumBagaimana tanggapan ibu dengan perkembangan dunia HRD Indonesia saat ini ?
Perkembangan dunia HRD Indonesia saat ini boleh dibilang sangat baik. Sudah ada beberapa Perusahaan yang menempatkan HRD sebagai strategic partner, meskipun tidak sedikit juga HRD yang fungsinya masih sebatas fungsi administrative/personalia.
Namun saya yakin, dimasa mendatang akan lebih banyak lagi Perusahaan yang menempatkan HRD di posisi strategic bahkan menjadi konsultan internal.
HRD di Indonesia harus segera bangkit, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA, jangan sampai karyawan kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Budaya Perusahaan harus kuat, kompetensi pekerja harus lebih ditingkatkan dan diiringi dengan peningkatan produktivitas dan kualitas kerja.

Apa harapan ibu kedepannya, dengan wajah HRD Indonesia dimasa yang akan datang ?
Harapan saya dimasa mendatang, HRD di Indonesia jangan hanya dianggap sebagai fungsi pelengkap/fungsi administrative tetapi semoga dapat dianggap sebagai strategic partner dan bahkan internal consultan bagi Perusahaan. Karena bagaimanapun, HRD akan memiliki lebih banyak tugas menantang, terutama terkait dengan pengembangan karyawan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

Untuk sukses sebagai HRD, kira-kira apa kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh praktisi HRD Indonesia ?
Menurut saya, ada beberapa kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh Praktisi HRD Indonesia adalah :
–    Interpersonal skill
–    Continuous Learning
–    Resilience (daya lenting)

Bisa diberikan tips-tipsnya agar praktisi HRD Indonesia lainnya bisa sukses dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya ?
Untuk rekan-rekan praktisi HRD, agar bisa sukses dalam menjalankan tugas & tanggungjawab kita, ada beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan yaitu sbb :
–    Disiplin dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan tugas dengan selalu memperhatikan kualitas hasil kerja.
–    Selalu memiliki keinginan untuk belajar terus menerus, tidak terbatas pada ilmu HRD saja tapi juga perkembangan diluar HRD. Jangan sungkan untuk bertanya.
–    Selalu bagikan ilmu kepada siapa saja. Semakin banyak ilmu yang kita bagikan ke orang lain, semakin banyak juga ilmu baru yang kita dapatkan.

Sejak kapan ibu mengenal HRD Forum, bisa diceritakan momen-momen perkenalannya saat itu ?
Pertama kali saya kenal dengan HRD Forum kalau tidak salah di tahun 2004 atau 2005. Pada waktu itu saya masih bekerja di sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang Hotel & Property dan atasan saya mengirimkan saya untuk ikut training yang diselenggarakan oleh HRD Forum. Pada waktu itu yang mengajar adalah Pak Bahari Antono

Apa kesan ibu dengan HRD Forum ?
Singkat saja. Ramah, professional dan menyenangkan bisa bekerja sama & terlibat dalam event2 yang diselenggarakan oleh HRD Forum

Apa harapan ibu dengan HRD Forum kedepannya ?
Harapan saya untuk HRD Forum, lebih inovatif, materi2 training yang ditawarkan selalu terupdate dan menarik, serta memberi lebih dari yang diharapkan oleh klien.

Demikian hasil wawancara dengan ibu Ignasia Sulistyaningsih dari PT.Pertamina Retail, untuk wawancara berikutnya mungkin giliran Anda yang akan kami wawancarai.

#01/W/7/72015

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*