Diskusi HRD : Share Bad Company | HRD Forum
Home | Article | Diskusi HR : Share Bad Company

Diskusi HR : Share Bad Company

Haloo Rekan HR di seluruh Indonesia, jumpa lagi dalam kesempatan ini, semoga rekan-rekan HR dimanapun berada dalam kondisi prima, sehat dan tetap semangat.

Kali ini redaksi ingin menampilkan diskusi HR yang baik untuk kita ikuti bersama. Rekan HR Indonesia, diskusi HR yang tengah berlangsung di milist [email protected] hari ini cukup menarik, yaitu tentang ‘share bad company’, berawal dari pertanyaan yang ditanyakan oleh salah seorang anggota milis [email protected] mendapatkan tanggapan positif dari beberapa peserta lainnya. Diskusi yang baik, diskusi yang berlandaskan rasa kekeluargaan dan nilai-nilai profesionalitas. Diskusi ini tentu membawa manfaat positif bagi para pembaca semuanya.

Yuuuk kita ikuti jalannya diskusi. (Jika ingin ikut dalam diskusi yang sesungguhnya bisa joint di milist [email protected]). Selamat menikmati.

Pertanyaan :

Dear Rekan,
Saya baru berandai-andai nih, wajar tidak sih kita sebagai HR memberikan report ke sesama rekan HR lainnya tentang bad company diperusahaan yang kita sudah tidak lagi bekerja diperusahaan tersebut?
Yah, tujuan utamanya sih supaya rekan lainnya tidak “terjerumus” dilobang yang sama. Soalnya sangat disayangkan bila pada saat kita mau move ke perusahaan yg dipandang “lebih hijau” tapi ternyata “hutan rimba”.
Tentunya share tanpa rasa “sakit hati” dan dilengkapi data akurat.

Best Regards,
xxxx

Tanggapan :

Tanggapan 1

Pagi,
Menurut saya pribadi wajar sih pak, Tetapi…. nah ini ada tetapinya…………..
informasi tersebut tidak boleh disampaikan lewat forum terbuka seperti ini, yang anggotanya sudah dua puluhan ribu orang, nanti malah jadinya bisa dianggap pencemaran nama baik lhooo… jika informasi tersebut sampai ketelinga perusahaan tsb.
Menurut saya, jika one 0n one, ya silahkan saja pak, saya sering juga kok melihat rekan-rekan HR saling berbagi informasi terkait perusahaan x itu bagaimana, perusahaan y itu bagaimana dan perusahaan z itu bagaimana. Jadi sepanjang tidak dipublish secara vulgar ya baik-baik saja sih pak.
mungkin itu saja dari saya, sambil menunggu tanggapan dari teman HR lain, saya menyeduh kopi dulu.

salam,
Sari

Tanggapan 2

Wajar. Tujuannya bukan utk dendam tp utk memperingatkan saja.. seperti mantan Perusahaan tempat sy bekerja sy akan merasa kasihan jika ada HRM yg terjebak pada situasi yg sama, jadi memperingatkan rekan2 skalian opini sy justru hal yg baik.

Trims.
alamandapsi

Tanggapan 3

Dear,
Saya kira tidak perlu dishare..
Cukup sebagai pengalaman pribadi saja..
Meski dibilang “bad‎ company’ juga sdh berkontribusi mengurangi pengangguran..
Pengalaman saya tidak ada satu perusahaan yang bisa dibilang best of the best…
Yang ada adalah kepuasan kerja seseorang di suatu perusahaan…

Salam Bunga Sepasang,
Sonny S.

Tanggapan 4

Boleh saja.. tapi mungkin tidak menyebutkan “merk” tapi lebih daerahnya dan bisnis nya saja. Saya yakin dengan kecanggihan teknologi sekarang semua bisa tahu nama perusahaan tsb.

Salam
Christine Rebecca

Tanggapan 5

Dear Rekan HR,
Please don’t do it, we are professional, lebih baik kita yang move kalau memang culture yang ada tidak sesuai dengan tujuan kita sebagai HR.

Cheers,
Oei

Tanggapan 6

Pagi Rekan HRD Forum,

Sepertinya kita harus sepakat bahwa satu perusahaan dengan perusahaan lainnya itu pastinya berbeda. Bisa berbeda bisnisnya, ukurannya, jumlah karyawannya, budayanya, lokasinya, struktur organisasinya, level pendidikan karyawannya, karakter pimpinannya, level pemikiran para managernya, kekayaan atau kemampuan finansialnya dan sebagainya.

Katakan saya bekerja di perusahaan XX, katakan menurut saya buruk kondisi budayanya, lalu saya keluar /resign, dan di luaran sana, saya menginformasikan bahwa, ‘jangan deh ke perusahaan XX, budayanya kacau beliau, kerja gak nyaman, dsb, dsb, dsb’ ;
Saya kira, (kebetulan kita sebagai praktisi HR) justru yang kita lakukan sesungguhnya senjata makan tuan, artinya senjata itu justru menghujam kediri kita sendiri. Di satu sisi terlihat level kompetensi kita sebagai HR, di sisi lain terlihat bagaimana kita tidak melihat dari sudut pandang positif, bahwa HR is art, HR itu unik, ilmunya tidak didapat di bangku kuliahan, ilmunya justru didapat dari pengalaman kita di perusahaan-perusahaan, bahkan dari perusahaan terjelek sekalipun.

Jadi untuk case topik diskusi pagi ini, menurut saya pribadi, Yuuuk kita bersyukur, ternyata kita masih bisa LEARN dan EARN dari perusahaan tempat kita bekerja sekarang.

Pesan bos saya dulu, ‘walaupun perusahaan ini tidak bisa membuatmu kaya raya, tetapi disini, kehidupan kita berjalan, kenangan, persahabatan, perselisihan, perdebatan kita lalui bersama, yang justru membuat kita semua tumbuh, secara bersamaan meningkatkan value diri kita, jika dirasa suatu saat kebutuhanmu meningkat dan perusahaan tidak bisa mengakomodir, silakan terbang ke perusahaan lain yang lebih baik, begitu seterusnya, maka, mari kita hormati perusahaan dimana kita bekerja dan belajar, tanpa perlu meniadakan jasa-jasanya untukmu’.

Minum teh dulu sambil terus menyimak diskusi ini.

salam,
Budi Sp

Tanggapan 7

Super sekali Pak… setuju…

Moni Lenora

Tanggapan 8

Selamat Siang HRD Forum,
Langsung saja to the point,
Sebagai profesional, kita tidak boleh melakukannya, apalagi kita sebagai HR yang seharusnya memiliki pandangan jauh ke depan.
Bagus apa yang sudah disampaikan pak Budi, sejelek-jeleknya perusahaan, dia juga memiliki jasa untuk kehidupan kita.
Susu, teh, nasi, pakaian, saya beli dari uang yang saya terima dari perusahaan, juga uang bayaran sekolah anak saya saya peroleh dari gaji yang saya terima.
Jika ternyata kondisi budaya perusahaan sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam diri kita, Ubahlah semampu kita, jika sudah tidak mampu, Move On ! tanpa perlu menutup mata atas apa yang sudah kita nikmati selama ini.

Salam HR Profesional !
Shinta Sukendar

Tanggapan 9

Dear Rekan,
Wajar tidak wajar, namun akan memberikan nilai pencemaran nama baik.
Memang untuk perusahaan seperti itu, tidak terlepas dari pendapat pribadi dan sisi objetivitas,
saya jelas tahu ada banyak perusahaan yang seperti itu, karena memang dari ownernya sendiri atau Top Management tidak memiliki cara berpikir yang berkembang,
kalau mau dibilang bikin sakit hati, itu kenyataan pahitnya,
kecuali seperti ijazah ditahan di perusahaan, kamu punya bukit, lampirkan dalam scan email bukti tanda terima ijazah ditahan, tanpa tendensius hanya menceritakan di PT A, Ijazah ditahan, lampirkan bukti tanda terima dalam scan email, baru lah itu bisa diterima.
jadi saran saya, jangan melakukan hal-hal belum perlu sekali.
Bila ada ada saran yang lebih baik, mohon bantu koreksi.

Hotman Sihar

Tanggapan 10

Semangat pagi…
Setuju dengan Bp. Sonny, bagaimanapun juga perusahaan tempat kita bekerja yang notabene “bad company” telah memberikan kontribusi dalam kita menafkahi keluarga.

Salam damai…
Udien

Tanggapan 11

Siang Rekan2 HRD Forum,

Saya sangat setuju dengan pendapat pak Budi. Biarlah pengalaman baik buruk di perusahaan kita bekerja dapat memperkaya pengetahuan kita sebagai HRD, sehingga fungsi HRD sebagai jembatan antara karyawan dengan perusahaan dapat kita aplikasikan.

Salam hangat
O.N

Rekan-rekan HR dimanapun berada, jika Anda ingin ikut terlibat dalam diskusi HR tersebut secara aktif, silakan bergabung di milis [email protected] ; caranya sangat mudah, silakan kirim email kosong ke : [email protected] ; selanjutnya silakan ikuti petunjuk yang diberikan via email oleh yahoogroups.com.

Terima Kasih dan salam HRD Forum !

One comment

  1. Dear Rekan HR

    Menurut saya perlu di share apabila perlu di buat databasenya Bad Company.

    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*