Contoh KPI Perawat, Dokter dan Rumah Sakit

0

Contoh KPI Perawat, Dokter dan Rumah Sakit

Rekan dan Sahabat HRD Forum, KPI (Key Performance Indicator) adalah indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja suatu organisasi, departemen, atau individu dalam mencapai tujuan atau target tertentu. KPI dapat digunakan untuk mengukur berbagai hal, seperti produktivitas, kualitas, efisiensi, kepatuhan, dan lain sebagainya. KPI yang baik harus relevan dengan tujuan bisnis dan dapat diukur secara objektif dan konsisten. Dengan menggunakan KPI, organisasi dapat memantau kinerjanya secara teratur dan membuat perbaikan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis yang ditetapkan.

Berikut ini adalah beberapa contoh KPI untuk Perawat, Dokter dan Rumah Sakit, semoga bermanfaat.

KPI Perawat

Rekan dan Sahabat HRD Forum, berikut adalah beberapa contoh KPI (Key Performance Indicator) untuk perawat atau suster di rumah sakit:

  • Patient Satisfaction Score: KPI ini mengukur seberapa besar kepuasan pasien terhadap perawat atau suster yang merawat mereka di rumah sakit.
  • Average Time to Respond to Call: KPI ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perawat atau suster untuk merespon panggilan pasien atau keluarganya. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien dan kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.
  • Number of Patients Handled Per Shift: KPI ini mengukur berapa banyak pasien yang ditangani oleh perawat atau suster dalam satu shift. Hal ini dapat menunjukkan efisiensi dan produktivitas perawat atau suster dalam merawat pasien.
  • Compliance with Medical Procedures: KPI ini mengukur seberapa besar tingkat kepatuhan perawat atau suster dalam mengikuti prosedur medis yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien dan tingkat keamanan mereka selama perawatan.
  • Accuracy of Medication Administration: KPI ini mengukur seberapa akurat perawat atau suster dalam memberikan obat kepada pasien sesuai dengan resep dokter dan prosedur medis yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Hal ini sangat penting untuk menghindari kesalahan pengobatan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan pasien.
  • Attendance and Punctuality: KPI ini mengukur seberapa sering perawat atau suster hadir dan tepat waktu dalam menjalankan tugas-tugasnya di rumah sakit. Hal ini menunjukkan disiplin dan komitmen perawat atau suster terhadap pekerjaannya.
  • Professional Development: KPI ini mengukur seberapa besar perawat atau suster mengikuti pelatihan dan pengembangan diri untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dalam merawat pasien. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien dan kinerja perawat atau suster secara keseluruhan.
  • Number of Patient Falls or Injuries: KPI ini mengukur seberapa banyak pasien yang mengalami jatuh atau cedera selama perawatan di rumah sakit. Perawat atau suster harus melakukan tindakan pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan dan cedera pasien.
  • Communication Skills: KPI ini mengukur seberapa baik perawat atau suster dalam berkomunikasi dengan pasien dan keluarga mereka. Komunikasi yang baik dapat membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang positif antara perawat atau suster dan pasien atau keluarganya.
  • Teamwork and Collaboration: KPI ini mengukur seberapa baik perawat atau suster bekerja sama dalam tim dengan dokter, tenaga medis lainnya, dan rekan kerja lainnya di rumah sakit. Kolaborasi yang baik antara perawat atau suster dan rekan kerja lainnya dapat meningkatkan efektivitas tim dan kualitas perawatan.

KPI Dokter

Rekan dan Sahabat HRD Forum, berikut adalah beberapa contoh KPI (Key Performance Indicator) untuk dokter di rumah sakit:

  • Patient Outcomes: KPI ini mengukur seberapa besar tingkat kesembuhan, pemulihan, atau peningkatan kesehatan pasien yang dirawat oleh dokter di rumah sakit. Hal ini mencakup aspek medis, fungsional, dan psikologis.
  • Patient Satisfaction Score: KPI ini mengukur seberapa besar kepuasan pasien terhadap pelayanan medis yang diberikan oleh dokter di rumah sakit. Hal ini mencakup kemampuan dokter dalam menjelaskan kondisi kesehatan pasien, memberikan perawatan yang ramah, dan memberikan jawaban atas pertanyaan pasien.
  • Compliance with Medical Procedures: KPI ini mengukur seberapa besar tingkat kepatuhan dokter dalam mengikuti prosedur medis yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Hal ini meliputi pengambilan riwayat kesehatan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan tindakan medis yang sesuai.
  • Average Time to Diagnosis: KPI ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh dokter untuk mendiagnosis kondisi kesehatan pasien. Hal ini dapat mempengaruhi waktu mulai pengobatan dan hasil pengobatan pasien.
  • Number of Patients Seen Per Day: KPI ini mengukur berapa banyak pasien yang dilihat oleh dokter dalam satu hari. Hal ini dapat menunjukkan efisiensi dan produktivitas dokter dalam merawat pasien.
  • Clinical Quality Indicators: KPI ini mengukur kualitas klinis dari perawatan yang diberikan oleh dokter di rumah sakit, seperti tingkat kesembuhan, tingkat penggunaan obat-obatan, dan tingkat penghindaran komplikasi.
  • Professional Development: KPI ini mengukur seberapa besar dokter mengikuti pelatihan dan pengembangan diri untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dalam merawat pasien. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien dan kinerja dokter secara keseluruhan.
  • Attendance and Punctuality: KPI ini mengukur seberapa sering dokter hadir dan tepat waktu dalam menjalankan tugas-tugasnya di rumah sakit. Hal ini menunjukkan disiplin dan komitmen dokter terhadap pekerjaannya.
  • Research and Publication: KPI ini mengukur seberapa besar dokter berpartisipasi dalam penelitian dan publikasi ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan medis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.
  • Patient Safety Indicators: KPI ini mengukur seberapa besar tingkat keselamatan pasien selama perawatan medis yang diberikan oleh dokter di rumah sakit. Hal ini meliputi penanganan obat yang aman, penghindaran infeksi nosokomial, dan penghindaran kesalahan medis yang dapat membahayakan pasien.

KPI Rumah Sakit

Rekan dan Sahabat HRD Forum, berikut adalah beberapa contoh KPI (Key Performance Indicator) untuk Rumah Sakit:

  • Patient Satisfaction Score: KPI ini mengukur seberapa besar kepuasan pasien dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Hal ini dapat diukur dengan melakukan survei kepuasan pasien atau menggunakan platform digital yang dapat menilai kepuasan pasien secara otomatis.
  • Average Length of Stay (ALOS): KPI ini mengukur berapa lama rata-rata pasien tinggal di rumah sakit. ALOS yang lebih pendek dapat menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam penggunaan sumber daya rumah sakit.
  • Patient Wait Time: KPI ini mengukur seberapa lama pasien harus menunggu untuk menerima perawatan di rumah sakit. Hal ini dapat diukur dengan menghitung waktu antara pendaftaran dan pengobatan pertama pasien.
  • Hospital-Acquired Infection Rate: KPI ini mengukur tingkat infeksi yang didapat oleh pasien selama perawatan di rumah sakit. Rumah sakit harus melakukan tindakan pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial.
  • Readmission Rate: KPI ini mengukur seberapa sering pasien harus masuk kembali ke rumah sakit setelah dibebaskan dalam waktu singkat. Tingkat tinggi readmisi dapat menunjukkan kualitas perawatan yang kurang baik atau kurangnya koordinasi perawatan pasien setelah keluar dari rumah sakit.
  • Staff Turnover Rate: KPI ini mengukur seberapa sering staf meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit. Tingkat turnover yang tinggi dapat mengindikasikan masalah manajemen dan dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien.
  • Revenue Growth Rate: KPI ini mengukur seberapa besar pertumbuhan pendapatan rumah sakit dari waktu ke waktu. Pertumbuhan pendapatan yang baik dapat menunjukkan keberhasilan manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi mereka.
  • Patient Safety Incident Rate: KPI ini mengukur seberapa sering terjadinya insiden keselamatan pasien seperti jatuh, cedera akibat pengobatan yang salah, atau reaksi obat yang berbahaya. Rumah sakit harus melakukan tindakan pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko insiden keselamatan pasien.
  • Operating Margin: KPI ini mengukur seberapa besar laba bersih yang diperoleh rumah sakit dari operasinya setelah mengurangi semua biaya. Laba operasi yang baik dapat menunjukkan keberhasilan manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi mereka.
  • Employee Engagement Score: KPI ini mengukur seberapa besar tingkat keterlibatan karyawan dalam rumah sakit. Karyawan yang terlibat secara aktif dalam rumah sakit akan lebih termotivasi untuk memberikan perawatan yang berkualitas tinggi dan mendukung pencapaian tujuan rumah sakit secara keseluruhan.

KPI Bagian Operasional Rumah Sakit

Rekan dan Sahabat HRD Forum, berikut adalah beberapa contoh KPI (Key Performance Indicator) bagian operasional di rumah sakit:

  • Average Length of Stay (ALOS): KPI ini mengukur berapa lama rata-rata pasien tinggal di rumah sakit. Hal ini dapat menunjukkan efisiensi rumah sakit dalam memberikan perawatan dan pelayanan medis.
  • Bed Occupancy Rate (BOR): KPI ini mengukur berapa persen kapasitas tempat tidur rumah sakit yang digunakan oleh pasien. Hal ini dapat menunjukkan efisiensi rumah sakit dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan kebutuhan pasien.
  • Turnover Interval: KPI ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan dan mempersiapkan kamar pasien untuk pasien berikutnya. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan efisiensi penempatan pasien di rumah sakit.
  • Surgical Cancellation Rate: KPI ini mengukur berapa persen operasi yang dibatalkan karena alasan yang dapat dihindari seperti keterlambatan persiapan, keterlambatan operasi sebelumnya atau masalah lain. Hal ini dapat mempengaruhi ketersediaan sumber daya dan kebutuhan pasien dalam operasi yang direncanakan.
  • Patient Waiting Time: KPI ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan pasien untuk menunggu pelayanan medis seperti pemeriksaan, tes laboratorium, atau konsultasi medis. Hal ini dapat mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan medis dan efisiensi operasional rumah sakit.
  • Adverse Events: KPI ini mengukur berapa persen pasien yang mengalami peristiwa medis yang tidak diinginkan selama perawatan di rumah sakit. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas perawatan pasien dan keamanan rumah sakit.
  • Patient Turnover: KPI ini mengukur berapa banyak pasien yang keluar dan masuk rumah sakit dalam suatu periode waktu tertentu. Hal ini dapat mempengaruhi kebutuhan sumber daya dan efisiensi operasional rumah sakit.
  • Staffing Efficiency: KPI ini mengukur seberapa efisien penggunaan tenaga kerja di rumah sakit, termasuk rasio perawat dan dokter per pasien dan rasio staf non-medis per pasien. Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas pelayanan medis dan kepuasan pasien.
  • Inventory Management: KPI ini mengukur efektivitas manajemen persediaan dan pengelolaan alat medis dan obat-obatan di rumah sakit, termasuk tingkat penggunaan stok, biaya inventarisasi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
  • Medical Equipment Downtime: KPI ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti peralatan medis yang rusak atau mengalami masalah teknis lainnya. Hal ini dapat mempengaruhi efisiensi operasional dan kualitas pelayanan medis di rumah sakit.

Pentingnya KPI bagi Rumah Sakit

Rekan dan Sahabat HRD Forum, KPI (Key Performance Indicator) sangat penting bagi rumah sakit karena dapat membantu meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan dan efisiensi operasional rumah sakit. Dengan mengukur dan memantau KPI secara teratur, rumah sakit dapat:

  • Meningkatkan kualitas perawatan pasien: Dengan memantau KPI seperti tingkat kejadian peristiwa medis yang tidak diinginkan, lama tinggal rata-rata pasien, dan waktu tunggu pasien, rumah sakit dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan medis dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.
  • Meningkatkan efisiensi operasional: Dengan memantau KPI seperti tingkat penggunaan tempat tidur, tingkat pembatalan operasi, dan waktu perputaran pasien, rumah sakit dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.
  • Mengukur kesuksesan program dan strategi: Dengan memantau KPI secara teratur, rumah sakit dapat mengevaluasi kesuksesan program dan strategi tertentu dalam mencapai tujuan dan target tertentu. Hal ini dapat membantu rumah sakit untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam merencanakan program dan strategi berikutnya.
  • Menyediakan data dasar untuk pengambilan keputusan: Dengan menggunakan KPI sebagai alat pengukuran kinerja, rumah sakit dapat memperoleh data dasar yang akurat dan objektif untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat, baik pada tingkat manajemen maupun operasional.
  • Meningkatkan kepuasan pasien: Dengan memantau KPI seperti waktu tunggu pasien dan tingkat kejadian peristiwa medis yang tidak diinginkan, rumah sakit dapat meningkatkan kepuasan pasien dengan memberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih aman.

Rekan dan Sahabat HRD Forum, secara keseluruhan, KPI sangat penting bagi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien, efisiensi operasional, dan kepuasan pasien. KPI dapat membantu rumah sakit untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memenuhi harapan para pasien dan pemangku kepentingan lainnya.

Semoga bermanfaat, terima kasih dan salam HRD Forum.

HRD Forum Connect :
linktr.ee/hrdforum
linktr.ee/hrdforum
linktr.ee/hrdforum


Bahari Antono, ST, MBA
Beliau adalah owner & Founder HRD Forum, menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik – Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung.
Melalui HRD Forum Beliau memberikan jasa Training, Konsultasi, Pendampingan dan Pengerjaan project-project HR seperti : Job Analysis & Job Description, Analisis Beban Kerja, Key Performance Indicators (KPI), Objective & Key Result (OKR), Desain Kompetensi Jabatan, Kamus Kompetensi Jabatan, Matrik Kompetensi Jabatan, CBHRM, Struktur & Skala Upah, Job Evaluation, Training Evaluation & ROTI, BEI, Organization Development, Corporate Culture, Performance Management, Performance Appraisal, Coaching for Performance, Talent Management Program, Career Planning, Industrial Relation dan sebagainya. Untuk menggunakan jasa HRD Forum silakan hubungi Hotline : 08788-1000-100 atau Whatsapp ke : 0818715595

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Ingin membuat KPI di perusahaan anda?