Home | Coaching | Apa Saja 4 Strategi Meraih Kesempatan Kerja?

Apa Saja 4 Strategi Meraih Kesempatan Kerja?

Strategi Meraih Kesempatan Kerja

Keyword : Strategi Mendapatkan Pekerjaan

Menjadi pengangguran adalah mimpi buruk bagi sebagian besar dari kita. Sayangnya jumlah kesempatan kerja yang ditawarkan seringkali tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Dimana jumlah pencari kerja angkanya semakin lama semakin melesat naik, seiring dengan kenaikan jumlah penduduk dan lulusan pendidikan formal. Karenanya untuk memperebutkan kesempatan kerja yang tersedia, kita harus bersaing dengan puluhan ribu bahkan jutaan pencari kerja lain, yang bisa jadi sebagian besar di antaranya memiliki kemampuan atau pengalaman kerja yang lebih daripada kita.

Oleh sebab itu, baberapa hal harus kita perhatikan sehingga perusahaan lebih memilih kita untuk bekerja di dalam perusahaan tersebut dibandingkan dengan orang lain.

Kita harus lebih kreatif dalam ‘menjual diri’ kita sehingga orang tahu siapa kita dan apa saja kemampuan kita lebih daripada mereka mengenal pelamar yang lain.

Berikut kami paparkan beberapa strategi mendapatkan pekerjaan :

  1. Jauh sebelum kita mengambil keputusan untuk mengirimkan surat lamaran atau resume, persiapkan diri kita secara prima. Dalam berkomunikasi terdapat 3 komponen penting yaitu body language, tonasi suara, dan pilhan kata yang kita gunakan. Cara perpikir kita akan berpengaruh pada ketiga hal diatas dalam pengertian positif maupun negatif. Jadi, saat sebelum menuliskan resume atau bahkan sebelum melakukan pencarian pekerjaan, jagalah pikiran kita sebaik mungkin. Pupuklah ketenangan dan rasa percaya diri dan jauhi rasa stress dan panik. Lakukan beberapa hal yang membuat kita bukan hanya sehat jasmani tetapi juga rohani seperti berolah raga, melakukan kegiatan terkait hobi, bersenang-senang, melakukan kegiatan sosial dan manjakan diri dengan spa, memotong rambut agar penampilan lebih baik serta membeli beberapa potong baju baru
  2. Perlu diketahui bahwa hanya sekitar 10% saja lowongan kerja yang ditawarkan secara resmi melalui media massa. Selebihnya lowongan di sebarkan melalui job fair, komunitas, koneksi, atau informasi dari mulut ke mulut serta tentu saja sosial media. Terkait hal ini maka yang perlu kita perluas adalah networking kita. Jangan putuskan hubungan dengan rekan kerja dan atasan dari tempat kerja kita sebelumnya, bentuklah komunikasi dengan banyak orang. Hadiri job fair, sering mencari informasi dari media sosial dan internet, hubungi langsung HRD dari perusahaan yang diminati untuk menanyakan lowongan kerja.
  3. Bayangkan surat lamaran kita adalah sebuah cara untuk menjual diri sendiri. Bayangkan problem yang dihadapi perusahaan dimana kita mengajukan lamaran kerja dan bayangkan diri kita menjadi satu-satunya penyelamat, penuh percaya diri namun tetap rendah hati. Ungkapkan apa yang kita bisa dan bukan yang telah kita lakukan. Beri alasan yang meyakinkan namun tetap masuk akal terhadap kemungkinan keuntungan yang akan didapat perusahaan jika bersedia menerima kita sebagai karyawan.
  4. Jika kita diberi kesempatan sampai ke tahap interview, jadikanlah momen ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi pihak interviewer. Inilah saatnya menyakinkan mereka bahwa apa yang tertera pada CV dan surat lamaran adalah benar adanya. Promosikan diri kita di depan mereka dengan cara yang elegan dan dan tetap casual. Perhatikan sekeliling kita saat memasuki ruang interviewer, siapa tahu kita menemukan hal-hal yang sebelumnya pernah kita temui di tempat kerja yang lama saat menghadapi costumer atau mengoperasikan mesin tertentu. Tawari bantuan di waktu yang tepat, siapa tahu memang hal itu yang diperlukan oleh perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk tetap menjaga kepercayaan diri di depan siapapun yang mewawancarai kita.

Itulah beberapa strategi yang dapat dipikirkan dan dijalankan agar kita dapat meraih kemungkinan lebih besar untuk dapat diterima bekerja. Selamat berburu pekerjaan baru dan sukses selalu.

Certified Coach Practitioner (CCP)

Coaching untuk Anda

Jika Anda adalah pencari kerja, ada beberapa pertanyaan yang boleh Anda jawab dalam hati terlenih dahulu. Jawablah secara berurutan, satu persatu dalam hati.

  1. Apa sebenarnya minat Anda?
  2. Seberapa yakin bahwa itu adalah minat Anda yang sesungguhnya?
  3. Adakah yang lain?
  4. Mana minat yang paling Anda ingini?
  5. Sebesar apa tekad Anda untuk sukses?
  6. Bagaimana caranya agar tekad tersebut menjadi lebih besar lagi?
  7. Apa yang Anda harapkan dari diri Anda sendiri di masa yang akan datang?
  8. Bagaimana kondisi Anda saat ini?
  9. Apa yang harus Anda lakukan agar dapat mewujudkan harapan Anda tersebut?
  10. Sebutkan beberapa langkah atau aktifitas yang akan Anda lakukan untuk mencapai harapan Anda itu?
  11. Dari sekian banyak pilihan langkah atau aktifitas tersebut, mana yang paling mudah dan memungkinkan untuk dilaksanakan mulai saat ini?
  12. Saat pilihan langkah atau aktifitas tersebut dilakukan, apa dukungan yang Anda butuhkan?
  13. Siapa saja yang Anda harapkan memberi dukungan?
  14. Saat pilihan langkah atau aktifitas tersebut dilakukan, apa saja problem atau hambatan yang kemungkinan akan menghambat?
  15. Apa saja yang harus dilakukan agar problem tersebut tidak mengganggu bahkan tidak muncul?
  16. Kapan Anda akan melakukan pilihan langkah atau aktifitas tersebut?
  17. Apa ukuran sukses tidaknya dari pilihan langkah atau aktifitas tersebut setelah Anda lakukan nanti?

Permintaan Inhouse Training

Jika Anda menjawab dan benar-benar menjawab, Anda sudah bisa melihat beberapa langkah ke depan apa yang sebaiknya Anda lakukan dan apa kemungkinan-kemungkinan yang akan Anda hadapi.

Sukses buat Anda!

Coaching Skills for You

HRD Forum
www.HRD-Forum.com

Memberikan Jasa public training, inhouse training, coaching, consulting dan head hunting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*