Analisa Kebutuhan Pelatihan Training Needs Analysis (TNA) | HRD Forum
Home | Kolom | Analisa Kebutuhan Pelatihan – Training Needs Analysis (TNA)

Analisa Kebutuhan Pelatihan – Training Needs Analysis (TNA)

Bagaiamana cara melakukan analisa kebutuhan pelatihan? bagaimana cara melakukan analisa kebutuhan training? tentu rekan-rekan HRD Indonesia sudah sangat paham bahwa untuk melakukan training di perusahaan seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebuah kegiatan yang dinamakan training needs analysis (TNA). Training needs analysis adalah sebuah kegiatan untuk menganalis GAP antara kompetensi yang diharapkan dengan kompetensi aktual, maksudnya membandingkan kompetensi yang diharapkan oleh sebuah jabatan atau job position, dibandingkan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pemegang jabatannya. Misalkan : Jabatan Sekretaris harus memiliki kompetensi ; bahasa inggris, komunikasi, komputer, handling telepon, penjadwalan, kearsipan, dan lain-lain. Lalu kompetensi tersebut dibandingkan dengan kompetensi sang sekretaris, misalkan nama sekretaris tersebut Luna Maya, maka kita lihat, apakah Luna Maya memiliki kompetensi bahasa inggris, komunikasi, komputer, handling telepon, penjadwalan, kearsipan, dan lain-lain, jika Luna Maya memiliki semua kompetensi tersebut maka Luna Maya tidak memiliki GAP atau tidak ada GAP antara kompetensi yang diharapkan dengan kompetensi aktual. Tetapi jika seandainya Luna Maya tidak memiliki kompetensi handling telepon, maka itu artinya ada GAP antara kompetensi yang diharapkan dengan kompetensi aktual, sehingga Luna Maya memerlukan training atau pelatihan tentang handling telepon.

Itulah sekilas tentang apa dan bagaimana analisa kebutuhan training, atau analisa kebutuhan pelatihan atau yang sering disebut dengan istilah Training Needs Analisis.

Apa Manfaat Analisa Kebutuhan Pelatihan?

Manfaatnya banyak sekali, pertama dengan proses analisa kebutuhan training ini kita akan dapat memetakan training atau pelatihan apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan, dengan proses analisa kebutuhan pelatihan ini kita dapat menentukan siapa sajakah karyawan yang membutuhkan pelatihan, dengan kegiatan analisa kebutuhan training ini kita dapat menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk pelatihan selama satu tahun. Tentu dengan kegiatan itu semua akan mudah bagi perusahaan dalam menghitung budget training sehingga akan terjadi penghematan pengeluaran. Dengan kegiatan training needs analysis ini perusahaan akan dengan tepat menentukan jenis dan topik-topik pelatihannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga pelatihan atau training yang dilakukan akan tepat sasaran dan tidak menjadi pelatihan atau training yang salah sasaran.

Metoda Analisa Kebutuhan Training

Ada dua metoda analisa kebutuhan pelatihan, yaitu metoda Macro dan metoda Micro, metoda macro lebih mengedepankan tindaka proaktif dan preventif, selaras dengan strategi perusahaan, sehingga dalam metoda Macro ini analisa kebutuhan pelatihan dilakukan secara lengkap, dengan menganalisa kebutuhan ditingkat perusahaan atau organisasi, analisa ditingkat pekerjaannya dan analisa ditingkat orang / karyawannya.

Sedangkan analisa kebutuhan training dengan metoda Micro lebih cenderung berupa tindakan reaktif, sebagai sebuah respon atas suatu kejadian atau peristiwa, jadi lebih seperti pemedam kebakaran, ada api lalu padamkan, AC rusak lalu perbaiki, tindakan reaktif ini cenderung tidak terencana dengan baik.

Dari dua metoda analisa kebutuhan training tersebut, tentu yang paling baik adalah metoda Macro, yaitu analisa kebutuhan training yang sangat mengedepankan tindakan proaktif preventif sejalan dengan strategi perusahaan.

Tertarik mempelajari Training Needs Analysis dengan baik? silakan ikut trainingnya Training Needs Analysis (TNA) di HRD Forum, lihat jadwalnya disini !

Terima Kasih,

Bahari Antono

Owner & Founder HRD Forum

Fields marked with a * are required

Formulir Pendaftaran


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*